Menyoal Salat Jumat di Istiqlal di Tengah Wabah Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/3).  Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Persebaran virus corona atau COVID-19 di Indonesia kian hari kian meluas. Pemerintah hingga MUI telah mengeluarkan anjuran untuk menghindari aktivitas di ruang-ruang publik yang melibatkan orang banyak termasuk salat berjamaah.

MUI dalam fatwanya menyatakan umat Islam di kawasan yang potensi penularan virus corona tinggi, boleh meninggalkan salat Jumat, jemaah salat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.

Kendati begitu, di Masjid Istiqlal, aktivitas salat Jumat bakal tetap berjalan pada Jumat (20/3) besok. Padahal Jakarta merupakan wilayah dengan jumlah kasus positif corona tertinggi di Indonesia.

“Sesuai arahan, intruksi Imam Besar Masjid Istiqlal kemarin kami dikumpulin, keputusannya untuk salat Jumat minggu ini tetap digelar, dilaksanakan secara berjemaah. Khusus minggu ini. Dan belum ada perubahan keputusan sampai sekarang ini,” ujar Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah saat dihubungi kumparan, Rabu (18/3).

Jemaah melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Namun Abu menambahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menyetop untuk sementara aktivitas ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal. Hal itu, kata dia, melihat perkembangan lebih lanjut terkait virus corona.

"Minggu depan, kalau seandainya tidak ada tanda-tanda corona ini menurun, maka mengikuti imbauan Majelis Ulama, salat Jumat diganti salat zuhur. Jadi lihat perkembangan," tutur Abu.

Abu mengungkapkan, upaya-upaya preventif untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona juga telah dilakukan di masjid Istiqlal. Antara lain, saat ini masjid tidak lagi menggunakan karpet sebagai alas untuk salat.

Selain itu, jemaah yang berada dalam kondisi badan kurang sehat diimbau untuk tidak melakukan salat berjamaah di masjid Istiqlal."Mungkin nanti setelah salat Jumat yang biasanya ada kajian, itu kami tiadakan. Jadi habis selesai, bubar," jelas Abu.

Jemaah melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Upaya pencegahan lainnya yakni pengurus akan memasang alat pengukur suhu tubuh atau thermal scanner serta menyediakan cairan pencuci tangan di beberapa titik pintu masuk masjid.

“Jadi hari ini kita lagi nunggu-nunggu ini, petugasnya udah siap, barangnya belum datang. Ada alat pengukur suhu tubuh, kemudian cairan pembersih tangan, kami mau siapkan. Sekitar lima lah, di setiap pintu masuk bangunan masjid,” terang Abu.

Abu memastikan, alat atau fasilitas itu sudah terpasang dan siap digunakan saat ibadah salat Jumat yang akan datang.

Seperti diketahui, jumlah penderita positif corona di Indonesia terus melonjak. Per Rabu (18/3), terdapat 227 kasus positif corona di Indonesia dengan 160 di antaranya berada di Jakarta. Sedangkan total kasus pasien yang meninggal bertambah menjadi 19 kasus.

Imbauan untuk melakukan social distancing telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti bekerja, belajar, hingga beribadah di rumah.