Merapi Menggeliat, Luncurkan 4 Kali Awan Panas dan 12 Guguran Lava Pijar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
zoom-in-whitePerbesar
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir masih cukup tinggi. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mengeluarkan 4 kali awan panas guguran pada Kamis (12/8) dini hari. Jarak luncur terjauh mencapai 3 kilometer dari puncak ke bawah.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaskan, awan panas guguran pertama pada terjadi pada pukul 01.07 WIB.

kumparan post embed

Awan panas guguran itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 67 mm dan durasi 157 detik. Sementara arah luncur 2.500 meter ke arah barat daya.

Kemudian, awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 01.16 WIB. Awan panas guguran kali ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 43 mm dan durasi 111 detik.

"Jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya," jelas Hanik dalam keterangannya.

Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (28/3/2021). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Selanjutnya awan panas guguran ketiga terjadi pada pukul 01.53 WIB. Kali ini, jarak luncur awan panas mencapai 3.000 meter atau 3 kilometer.

"Awan panas guguran Merapi tanggal 12 Agustus 2021 pukul 01.53 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 57 mm dan durasi 232 detik. Jarak luncur 3.000 meter ke arah barat daya," urainya.

Awan panas guguran selanjutnya atau yang keempat terjadi pada pukul 02.46 WIB. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 19 mm dan durasi 110 detik, jarak luncur awan panas guguran itu mencapai 1.800 meter ke arah barat daya.

Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat terdapat 12 kali guguran lava pijar yang teramati di Merapi pada dini hari tadi.

"Teramati 12 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-1.800 meter ke arah barat daya," jelasnya.

Guguran material vulkanik Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (24/2/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Gunung Merapi sampai saat ini berstatus Siaga atau Level III sejak 5 November 2020. Tipe erupsi pada 2021 adalah efusif dengan aktivitas seperti pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awan panas guguran.

Rekomendasi potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya. Masing-masing maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sementara lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Pada Selasa (10/8) lalu, sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diguyur hujan abu tipis akibat guguran awan panas Gunung Merapi.