Merayakan Newton pada 25 Desember atau 4 Januari?

Ilmuwan Sir Isaac Newton lahir di sebuah desa di Whoolstrope, sekitar 7 mil selatan Grantham, Lincolnshire, Inggris. Newton lahir secara prematur dari rahim Hannah Ayscough dan ayahnya--yang juga bernama Isaac Newton--yang berprofesi sebagai petani.
Kenyataan pilu harus dihadapi oleh Isaac Newton. Tiga bulan sebelum ia lahir, ayahnya meninggal. Newton pun lahir sebagai yatim, tanpa sosok ayah di sisinya.
Ketika Newton berusia tiga tahun, ibunya, Hannah Ayscough memutuskan untuk menikah lagi. Newton pun kemudian tinggal dan diasuh oleh neneknya, Margery Ayscough.
Hidup bersama neneknya adalah pilihan yang diambil Newton karena ia tak menyukai sang ayah tiri. Dalam hati, ia memendam kebencian pada ibunya yang memilih untuk menikah lagi.
Isaac Newton merupakan seorang ilmuwan, fisikawan, matamatikawan, ahli astronomi, dan filsuf alam. Lulusan Trinity College, Cambridge University ini mengembangkan minat yang kuat terhadap matematika dan hukum alam.
Dua karya Isaac Newton yang terkenal adalah Philosophiae Naturalis Principia Mathematica tahun 1687 yang kemudian menjadi landasan teori gravitasi dan hukum gerak. Karyanya yang kedua adalah Opticks pada 1704 yang dikenal dengan teori cahayanya.
Newton pun dijuluki sebagai Bapak Sains Modern.
Satu hal yang unik, ilmuwan Isaac Newton ini ternyata memiliki dua versi tanggal lahir yang berbeda. Menurut kalender Julian, Newton lahir pada 25 Desember 1642. Namun, menurut kalender Gregorian, Isaac Newton lahir pada 4 Januari 1643.
Perbedaan catatan tanggal kelahiran Newton dikarenakan pada saat kelahirannya, Inggris masih mengadopsi kalender Julian sehingga Newton tercatat lahir pada 25 Desember 1642, bertepatan dengan hari natal. Sementara beberapa negara Eropa yang saat itu sudah menggunakan kalender Gregorian mencatat Newton lahir pada 4 Januari 1643.
Dr. Aloysius Lilius, astronom dari Italia yang pertama kali mengusulkan kalender Gregorian sebagai penyempurna kalender Julian. Usulan tersebut lantas disetujui oleh Paus Gregorius XIIII pada 24 Februari 1582.
Kalender ini diciptakan karena kalender Julian dinilai kurang akurat. Sebab permulaan datangnya musim semi, 21 Maret--yang juga bertepatan dengan hari raya Paskah--yang didasari pada tanggal vernal equinox dirayakan terlalu awal. Dengan kata lain, ada ketidaksesuaian yang terjadi dalam sistem penanggalan tersebut.
Kalender Julian, yang kala itu dibuat oleh Julius Caesar, menhitung bahwa dalam satu tahun ada 365,25 hari atau 365 hari dan 6 jam. Sementara perputaran bumi terhadap matahari hanya berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik.
Oleh karena itu, kalender Julian memiliki perbedaan 11 menit 14 detik dari perputaran bumi terhadap matahari. Akibat perbedaan tersebut, kalender Julian kelebihan 7 sampai 8 hari dalam setiap satu milenium.
Matt Rosenberg dalam laporannya pada laman ThoughCo. menyebut bahwa Paus Gregourius XIII melakukan perubahan serius untuk memperbaiki kalender dan menyempurnakan kalender Julian agar lebih akurat.
Inter Gravissimus yang memuat maklumat Paus Gregorius pun resmi dikeluarkan pada 24 Februari 1582. Dan membuatnya menjadi kalender resmi bagi Gereja Katolik. Namun, setelah kalender Gregorian resmi digunakan, nyatanya tidak semua negara di Eropa langsung beralih ke kalender Gregorian.
Ketika Paus Gregorius memperkenalkan kalender Gregorian, negara-negara di Eropa masih menganut kalender Julian, yang pertama kali diimplementasikan oleh Julius Caesar pada tahun 46 sebelum Masehi (SM). Termasuk Inggris yang masih menggunakan kalender Julian.
Tercatat hanya Italia, Luksemburg, Portugal, Spanyol, dan Perancis yang pada saat itu langsung menggunakan kalender Gregorian dan meninggalkan kelender Julian. Bahkan pada 7 November 1582, Paus dipaksa harus mengeluarkan peringatan ke negara-negara lainnya untuk segera menggunakan kalender Gregorian. Akan tetapi peringatan tersebut tidak segera diindahkan.
Jalan panjang pergantian penggunaan kalender Gregorian baru diikuti oleh Katolik Roma, Belgia, dan Belanda pada 1584. Kemudian Hungaria pada tahun 1587. Denmark dan Protestan Jerman beralih di tahun 1704. Inggris di tahun 1752, sementara Swedia baru pada tahun 1753.
Sedangkan negara-negara di Asia, seperti Jepang baru beralih kalender pada 1873 dan China di tahun 1949.
Peralihan dari kalender Julian ke kalender Gregorian ini memang tidak serta merta berjalan lancar. Di London, Inggris, misalnya. Banyak warga yang melakukan kerusuhan karena merasa kehilangan beberapa hari penting. Dalam masa transisi itu sebagian warga protes terhadap parlemen Inggris yang melakukan transisi penanggalan dari 2 September dan langsung loncat menuju 14 September 1752.

Maka tanggal lahir Isaac Newton, berdasarkan kalender Julian yang saat itu masih dipakai oleh Inggris, adalah 25 Desember 1642. Jika dikonversi ke kalender Gregorius, maka ada penambahan sepuluh hari, sehingga tanggal lahirnya menjadi 4 Januari 1643.
Ahli Astrofisika, Neil deGrace Tyson merupakan salah satu orang yang memercayai kelahiran Isaac Newton bertepatan dengan hari natal. Hal itu ia unggah dalam akun resmi twitternya @neiltyson seperti dikutip dari The Washington Post.
“Pada hari ini, telah lahir seorang anak yang akan mengubah dunia pada usia 30. Selamat ulang tahun Isaac Newton. Dec 25 1642,” bunyi cuitan Neil deGrace Tyson pada Desember 2014.
Cuitan yang di-retweet hampir 78 ribu kali itu ternyata mengundang berbagai reaksi di masyarakat. Cuitan Tyson menjadi kontroversi karena bagi mereka Newton tidak lahir saat Natal. Bahkan, beberapa pihak konservatif menudingnya tengah berupaya menghilangkan semangat Natal dan menyebarkan sentimen negatif.
Atas cuitannya tersebut, Tyson pun perlu menjelaskan panjang lebar bahwa ia tak memiliki tendensi apapun selain demi wawasan adanya evolusi pengetahuan manusia. Cuitan Tyson ini disukai oleh sekitar 77 ribu orang.
Apa yang disampaikan oleh Tyson dianggap memberi pengetahuan baru bagi orang-orang bahwa ilmuwan Isaac Newton lahir tepat bersamaan dengan hari raya Natal menurut kalender Julian. Beberapa hari setelah itu, melalui laman Facebooknya, Tyson mengungkapkan kebingungannya terhadap reaksi yang terjadi atas cuitannya.
"Semua orang tahu bahwa orang Kristen merayakan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Saya pikir lebih sedikit orang yang tahu bahwa Isaac Newton memiliki hari ulang tahun yang sama (yaitu) hari Natal di Inggris (tahun) 1642. Dan mungkin lebih sedikit orang yang tahu bahwa sebelum berusia 30 tahun, Newton telah menemukan hukum gerak, hukum gravitasi universal, dan menemukan kalkulus integral dan diferensial,” katanya.
Lebih lanjut, Tyson menjelaskan bahwa pada saat kelahiran Isaac Newton, kalender Gregorian yang diperkenalkan pada tahun 1584 oleh Paus Gregorius belum digunakan di Inggris. Sehingga terdapat perbedaan setidaknya selama sepuluh hari dari kalender Julian.
“Jika anda ingin memperhitungkan ulang tahun Newton pada Kalender Gregorian hari ini, maka kita akan menempatkan kelahirannya pada tanggal 4 Januari 1643,” tutupnya.
Tyson sebelumnya pernah menulis hal yang serupa saat momen Natal tahun 2013. Di akun Twitternya ia mengucapkan ulang tahun kepada Isaac Newton. Namun saat itu tak ada reaksi apapun yang terjadi.
Jika merunut sejarah, saat kelahiran Newton, Inggris masih menggunakan kelender Julian. Maka tanggal lahir Newton tercatat pada tanggal 25 Desember 1642. Sementara beberapa negara Eropa lainnya yang telah menganut kalender Gregorian, mencatat tanggal kelahiran penemu hukum gravitasi ini pada 4 Januari 1643.
Terlepas dari perbedaan tanggal kelahirannya, Isaac Newton tetaplah ilmuwan pertama yang diberi kehormatan dimakamkan di Westminter Abbey, Inggris. Kapan pun tanggal kelahirannya dirayakan, tak mengurangi apa yang telah diwariskan Newton untuk ilmu pengetahuan.
Truth is ever to be found in simplicity, and not in the multiplicity and confusion of things.
===============
Simak ulasan mendalam lainnya dengan mengikuti topik Outline!
