Mereka yang Sudah Divaksin Sinovac Disarankan Vaksin Lagi 2 Tahun Kemudian

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang Bhante (Rohaniawan Agama Buddha) di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Rabu (10/3/2021). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang Bhante (Rohaniawan Agama Buddha) di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Rabu (10/3/2021). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Sudah divaksin Sinovac bukan berarti kebal dari virus COVID-19. Tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Bahkan dalam 2 tahun ke depan disarankan vaksin lagi.

"Kalau sudah lewat tahun ketiga, kita sudah ganti vaksinnya," kata Guru Besar Unpad sekaligus Ketua Tim Riset Vaksin COVID-19 Prof Kusnandi Rusmil, Selasa (23/3).

Menurut Kusnandi, virus COVID-19 selalu berubah. Bila diibaratkan, kini virus hanya sebesar mobil sedan, maka dalam satu hingga dua tahun mendatang virus dapat berubah sebesar truk.

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke seorang guru saat vaksinasi massal di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Banten. Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Dengan begitu, vaksin yang digunakan untuk mencegahnya pun mesti disesuaikan.

"Jadi begini, yang sudah disuntik tidak akan timbul kekebalan seumur hidup, tidak akan. Karena bentuk kumannya seperti kuman influenza, jadi selalu berubah," ucap dia.

Kusnandi memberi perbandingan lain yakni dengan virus influenza. Menurut dia, virus tersebut pun selalu berubah sehingga vaksinasi berubah tiap satu tahun. Diketahui, uji klinis vaksin Sinovac yang digelar di Bandung itu melibatkan ribuan relawan.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: