Meski Ada Pos Booster, Pemudik Kendaraan Pribadi Sebaiknya Bersiap Jauh Hari

7 April 2022 16:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana vaksinasi booster di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (5/4/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana vaksinasi booster di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (5/4/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Kemenhub memprediksi kendaraan pribadi yang dipakai bepergian dalam momen mudik Lebaran tahun ini mencapai 40 juta. Pengawasan terkait COVID-19 pun menjadi tantangan bagi pemerintah.
ADVERTISEMENT
Jubir Kemenhub Adita Irawati berharap pengguna kendaraan pribadi mobil maupun motor memiliki kesadaran tinggi untuk memenuhi vaksinasi booster atau swab antigen sebelum mudik.
Meski demikian, Adita menegaskan, pihaknya akan mengutamakan pelayanan dibanding pengawasan, termasuk menyediakan pos pelayanan vaksinasi booster dan swab antigen.
"Ketika bicara kendaraan pribadi, nantinya akan lebih banyak kita mengimbau masyarakat untuk terus memenuhi syaratnya dan posko-posko yang akan ada bukanlah posko penyekatan. Tidak ada posko penyekatan, yang ada posko pelayanan," kata Adita dalam diskusi persiapan mudik Lebaran di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/4).
"Itu sifatnya layanan bagi yang membutuhkan. Jika ada yang merasa, 'kok saya belum vaksin atau saya enggak percaya diri, saya mau antigen deh', kita siapkan secara terbatas di posko itu," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Dampak Positif Booster Jauh-jauh Hari Sebelum Mudik

Warga mengikuti vaksinasi booster di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (5/4/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengikuti vaksinasi booster di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (5/4/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Meski pos layanan akan disiapkan, Adita mengimbau masyarakat untuk bisa vaksinasi booster jauh-jauh hari sebelum berangkat mudik. Ia menambahkan, potensi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akan lebih nyaman apabila dirasakan dan ditangani di rumah, bukan selama perjalanan.
"Paling diutamakan adalah kesadaran dari masyarakat. Itu mengapa pemerintah menggumumkan jauh hari sebelum periode Ramadhannya mendekati Lebaran agar mereka teredukasi, ada syarat yang harus di penuhi, masih punya banyak waktu untuk melakukan itu (booster)," terang dia.
"Booster sudah tersedia di mana-mana, silakan melakukan vaksinasi. Setelah ada booster, sebenarnya bisa dibilang Anda bisa meminimalisir potensi untuk tertular atau sebaliknya juga menularkan," tambahnya.
Foto udara menunjukkan kendaraan terjebak macet di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Kamis (6/5/2021). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara menunjukkan kendaraan terjebak macet di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Kamis (6/5/2021). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
Selain itu, Adita menekankan kesadaran masyarakat untuk booster jauh-jauh hari akan memperlancar proses pengecekan random di sejumlah titik. Termasuk menghindari penumpukan tes antigen, booster, yang dapat menimbulkan kemacetan pemudik.
ADVERTISEMENT
"Kita menghindari potensi penumpukan, potensi antrean karena 44 juta itu angka yang tidak sedikit. Kemarin dibahas di raker kalau kalau mau diperiksa satu per satu mungkin antreannya bisa sampai Jakarta padahal rest areanya di Jawa Tengah," ujar dia.
"Jadi memang itu hal yang realistis yang harus kita kelola dan kami melihat posko pelayanan ini yang akan diterapkan, masyarakat tetap merasa terpenuhi kebutuhannya, tetapi penumpukan antreannya bisa kita kurangi potensi terjadi," tandasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020