Meski Berseteru, Duterte Ucapkan Selamat pada Pemenang Nobel Maria Ressa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jurnalis Maria Ressa. Foto: JOEL SAGET / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Jurnalis Maria Ressa. Foto: JOEL SAGET / AFP

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan selamat atas hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan kepada jurnalis, Maria Ressa. Duterte dan Ressa dikenal berseteru.

Ressa bersama jurnalis Rusia Dmitry Muratov, pada pekan lalu dianugerahi Nobel Perdamaian. Mereka dianggap berjasa atas keberanian menjaga kebebasan berekspresi di negara masing-masing.

Salah satu tindakan Ressa yang menjadi sorotan hingga membawanya mendapat Nobel, adalah reportase soal kebijakan tidak manusiawi Duterte terhadap pengedar dan pemakaian narkotika.

Duterte. Foto: REUTERS/Lean Daval Jr

Aksi Ressa membuatnya berhadapan dengan hukum, salah satunya kasus pencemaran nama baik. Ressa bahkan sudah divonis enam tahun penjara namun belum dieksekusi lantaran mengajukan banding.

Walau Ressa kerap mengkritik kebijakan pemerintahannya, Duterte mengatakan senang atas pencapaian Ressa. Dia menyebut, prestasi Ressa sebagai kebanggaan.

"Ini adalah kemenangan untuk Filipina dan kami senang akan itu," kata jubir Duterte Harry Roque seperti dikutip dari Reuters.

Jurnalis Maria Ressa. Foto: Caitlin Ochs/REUTERS

Sementara itu, setelah menang Nobel Ressa ingin Duterte tidak lagi memakai pendekatan menakutkan yang dapat memecah belah Filipina.

"Saya mohon satukan bangsa ini. Jangan pisahkan kami," pesan Ressa terhadap Duterte.

Kemenangan Ressa dan Muratov bukan cuma kebanggaan bagi negara masing-masing. Prestasi itu turut membanggakan dunia jurnalistik.

Sebab, kedua orang itu jadi jurnalis pertama yang dihadiahi Nobel setelah terakhir kali tahun 1935. Ketika itu Nobel diberikan pada Carl von Ossietzky dari Jerman.