Meski Corona Terus Melonjak, Malaysia Tak Akan Perpanjang Keadaan Darurat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Daerah Dang Wangi melakukan blokade jalan di Jalan Tun Azlan Shah Kuala Lumpur, Selasa (1/6).  Foto: Agus Setiawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Daerah Dang Wangi melakukan blokade jalan di Jalan Tun Azlan Shah Kuala Lumpur, Selasa (1/6). Foto: Agus Setiawan/ANTARA FOTO

Malaysia dilaporkan tidak akan memperpanjang keadaan darurat nasional yang sudah berlaku sejak Januari 2021. Aturan itu rencananya berakhir 1 Agustus 2021.

Pada awal Januari 2021, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan pemberlakuan situasi darurat. Saat itu Muhyiddin percaya kebijakan yang menjadi landasan lockdown itu dapat menghentikan laju penyebaran virus corona.

Namun, meski sudah memberlakukan keadaan darurat diikuti oleh lockdown kondisi Malaysia tidak membaik. Bahkan, pada Minggu (26/7/2021), kasus virus corona di Negeri Jiran tembus satu juta.

Suasana jalanan sepi selama penerapan lockdown di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Lim Huey Teng/REUTERS

Pemberlakuan situasi darurat pun menjadi perdebatan panas di Malaysia. Oposisi menuduh situasi darurat cuma akal-akalan Pemerintah Muhyiddin untuk tetap berkuasa.

Pada Senin (26/7/2021) Menteri Hukum Takiyuddin Hassan menegaskan, situasi darurat akan berakhir sesuai jadwal, yaitu awal Agustus 2021.

"Pemerintah tidak akan meminta Raja menambah situasi darurat," kata Takiuddin seperti dikutip dari Reuters.

Sejak Mei 2021, kasus COVID-19 Malaysia meroket tajam. Beberapa hari terakhir penambahan kasus selalu pecah rekor.

Kini total kasus infeksi corona di Malaysia mencapai 1.013.438. Sebanyak 7.994 di antaranya meninggal dunia.