Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.87.0
Meski Menang Pilpres, Macron Akui Rakyat Prancis Tak Dukung Ide-idenya
25 April 2022 10:33 WIB
·
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Mengantongi sekitar 57,4 persen suara pada pilpres tahun ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron berhasil mempertahankan jabatannya untuk periode kedua.
ADVERTISEMENT
Macron berhasil mematahkan prediksi beberapa lembaga survei yang menyebutkan dirinya hanya akan menang tipis dari pesaingnya Marine Le Pen. Hasil akhir menunjukkan Le Pen hanya mendapat 41,4 persen suara. Perbedaan suara antara kedua capres ini mencapai sekitar 16 persen.
Saat menyampaikan pidato kemenangan, Macron menyatakan kemenangannya pada pilpres 2022 membuktikan rakyat Prancis menolak ideologi sayap kanan yang diusung Le Pen.
"Banyak orang di negara ini memilih saya bukan karena mereka mendukung ide-ide saya, tetapi untuk mencegah ide-ide sayap kanan," ucap Macron seperti dikutip dari Reuters.
Macron pun secara tidak langsung mengakui beberapa kritik yang dilemparkan Le Pen terhadap pemerintahannya, seperti standar hidup orang Prancis yang tengah merosot. Ia lantas berjanji akan mengatasi masalah besar ini, demikian dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
"Saya ingin berterima kasih kepada mereka [yang mendukung], dan saya tahu bahwa berhutang budi kepada mereka di tahun-tahun mendatang," kata Presiden Prancis tersebut.
"Tidak ada seorang pun di Prancis yang akan terbengkalai di pinggir jalan," lanjut dia.
Standar hidup yang merosot ini dikarenakan gangguan ekonomi dua tahun belakangan akibat pandemi, dan lonjakan harga energi yang diperburuk oleh perang Ukraina. Meningkatnya biaya hidup telah menjadi beban teramat besar bagi orang-orang termiskin di negara tersebut.
Terpilihnya Macron membuat beberapa warga berharap gaya kepemimpinannya berubah. Macron dikenal sebagai pribadi arogan serta keras.
"Dia perlu lebih dekat dengan orang-orang dan mendengarkan mereka," kata Virginie, seorang pekerja penjualan digital pada rapat umum Macron.
ADVERTISEMENT
Live Update
Pada 5 November 2024, jutaan warga Amerika Serikat memberikan suara mereka untuk memilih presiden selanjutnya. Tahun ini, capres dari partai Demokrat, Kamala Harris bersaing dengan capres partai Republik Donald Trump untuk memenangkan Gedung Putih.
Updated 6 November 2024, 13:58 WIB
Aktifkan Notifikasi Breaking News Ini