Meski Mundur, Shinzo Abe Tetap Jadi PM Jepang Sampai Penggantinya Ditentukan

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Jumat (28/8) resmi mundur.
Meski sudah mengeluarkan pernyataan mundur, Abe tak langsung bebas tugas. Dia masih akan menjalankan tugas sampai Partai LDP (Liberal Democratic Party) yang dia pimpin menemukan suksesornya.
Kemungkinan besar, partai penguasa Jepang itu akan menggelar pemungutan suara internal dalam waktu dekat, yang diikuti oleh anggota parlemen dari dan anggota LDP sendiri.
Dalam sistem politik Jepang, PM adalah ketua umum atau presiden partai penguasa. Maka dari itu, pemilihan internal LDP adalah untuk memilih presiden partai yang otomatis menjadi PM.
Sampai sekarang belum ada keterangan siapa yang akan menggantikan Abe. Namun, nama seperti Menkeu Taro Aso dan Kepala Sekretaris Kabinet Yoshinde Suga jadi kandidat terkuat.
Abe mundur dari jabatan PM karena masalah kesehatan. Dia mengidap radang usus besar.
Saat menyampaikan pernyataan resmi, Abe menegaskan penyakit yang diderita membuatnya tak mampu menjalankan tugas sebagai PM.
"Kini saya sudah benar-benar tidak bisa memenuhi amanah rakyat, saya memutuskan untuk tak lagi menjadi PM," ucap Abe seperti dikutip dari AFP.
Abe merupakan PM terlama di Jepang. Periode pertama pemerintahannya dijalankan dari 2006-2007.
Pada 2007, Abe mengundurkan diri karena alasan sama. Kini kurang lebih 13 tahun sesudahnya, penyakit radang usus besar pula yang memaksa politikus 65 tahun itu harus meninggalkan tugasnya lebih dini.
