Meski Sulit, Anwar Ibrahim Tetap Dijagokan Jadi PM Baru Malaysia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim usai menjalani pemeriksaan polisi, di markas polisi Bukit Aman, di Kuala Lumpur , Malaysia Jumat (16/10). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim usai menjalani pemeriksaan polisi, di markas polisi Bukit Aman, di Kuala Lumpur , Malaysia Jumat (16/10). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS

Nama Politikus populer di Malaysia Anwar Ibrahim, menguat untuk mengisi posisi Perdana Menteri yang ditinggal oleh Muhyiddin Yassin. Kendati demikian, Anwar diprediksi sulit untuk mendapat jabatan tersebut.

Muhyiddin memilih mundur dari jabatan kepala pemerintahan pada Senin (16/8/2021). Alasan pengunduran diri Muhyiddin karena sudah tidak mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen Malaysia.

Sama seperti waktu-waktu lalu, setiap ada gejolak politik nama Anwar pasti mencuat. Pria yang lahir di Bukit Mertajam, Malaysia, 10 Agustus 1947 itu adalah seorang politikus Malaysia dengan segudang pengalaman.

Anwar Ibrahim bersama Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah. Foto: Instagram/@anwaribrahimmy

Sejak 1999 hingga sekarang Anwar adalah pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR). Sebelumnya Anwar pernah menduduki jabatan Wakil Perdana Menteri Malaysia tahun 1993 hingga 1998.

Jejak politik Anwar dimulai tak lama usai Malaysia merdeka dari Inggris. Ia dianggap berperan dalam menjaga hak dan kepentingan orang Melayu dan umat Islam ketika terjadinya Peristiwa 13 Mei 1969. Saat itu Anwar bekerja sama dengan Mahathir Mohammad menentang kepemimpinan Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman.

Usai peristiwa itu Anwar dianggap jadi salah satu politikus muda Malaysia paling potensial. Predikat itu didapat sebelum Anwar menerima menjadi Sarjana Muda di bidang Sastra dari Universiti Malaya pada 1971.

kumparan post embed

Ketika menimba ilmu di tingkat universitas, Anwar Ibrahim dikenal sebagai pemimpin gerakan pelajar yang memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat Malaysia. Ketika itu ia juga dikenal sebagai pemimpin yang militan.

Meski pernah tersandung kasus sodomi dan tuduhan korupsi, Anwar masih populer untuk dijadikan calon Perdana Menteri baru. Hanya saja, perjuangan Anwar untuk mendapat posisi top di pemerintahan Malaysia pada 2021 ini akan begitu sulit direngkuh.

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: REUTERS/Lim Huey Teng

Pria 74 tahun ini masih belum bisa mendulang dukungan mayoritas parlemen. Dalam sistem politik di Malaysia, seseorang bisa ditunjuk sebagai PM hanya bila mendapat dukungan mayoritas parlemen.

Saat ini koalisi Pakatan Harapan hanya punya 88 kursi parlemen. Jumlah itu kurang dari ambang batas dukungan mayoritas parlemen yaitu 112 dari 222 kursi parlemen.

Eks rival dan rekan Anwar di pemerintahan, Mahathir Mohamad kemungkinan besar tak akan memberi mendukung. Sedangkan partai terbesar di Malaysia, UMNO, diprediksi bakal mengusung calon sendiri.