Meski Terbatas, Semarang Night Carnival Digelar Meriah dan Megah di Gor Jatidiri
ยทwaktu baca 3 menit

Pemerintah Kota Semarang menggelar kembali perhelatan tahunan Semarang Night Carnival (SNC) pada, Rabu (17/11) malam. Acara tersebut digelar secara terbatas karena pandemi COVID-19.
Meski begitu, parade kostum tersebut tetap meriah dan megah. Acara ini sekaligus untuk menyambut peserta festival Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga digelar pada hari yang sama.
Selain dihadiri sejumlah pejabat Kota Semarang, acara ini juga dihadiri Deputi Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf RI, Riski Handayani.
Kemudian ada pula Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Apeksi Bima Arya, serta Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Sinoeng Rachmadi.
Pantuan kumparan di lokasi, protokol kesehatan dengan ketat diberlakukan selama acara berlangsung. Acara yang bertempat di Gor Jatidiri ini hanya dihadiri sejumlah warga dan juga undangan khusus.
Bahkan para peserta mulai dari penari, pemusik, pengrawit dan perwakilan defile juga tetap mengenakan masker sepanjang pertunjukan.
SNC dibuka dengan paduan suara dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tarian kolosal Ramayana berpadu dengan komunitas sepatu roda semakin menambah meriahnya suasana.
Penampilan marchingband dari Universitas Maritim Amni Semarang juga ikut memukau para penonton yang datang.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutannya mengatakan acara SNC merupakan tonggak awal membangkitkan sektor pariwisata di Kota Semarang.
"Pandemi COVID-19 melahirkan sebuah semangat untuk selalu bersama dan berbagai. Maka SNC gelaran ke-10 ini, yang biasanya karnaval diarak di jalan, kita mulai dengan spirit baru untuk hidupkan menggeliatkan lagi pariwisata di Kota Semarang," ujar Hendrar.
SNC tahun ini mengusung tema "Kemilau Nusantara" yang mengangkat 5 kostum, yang terinspirasi dari 5 Destinasi Super Prioritas. Yakni, Danau Toba Sumatra Utara, Borobudur Jawa Tengah, Labuan Bajo NTT, Mandalika NTB, dan Likupan Sulawesi Utara.
Tampil pertama kali merupakan defile dengan tema Danau Toba, Sumatera Utara yang juga identik dengan kain ulos. Kemudian, di urutan kedua kostum bertema Labuan Bajo dengan komodonya.
Kemudian, kostum khas Mandalika dengan nuansa biru yang menampilkan kekayaan alam dan budayanya tampil di urutan ketiga
Tak ketinggalan, kostum bertema Likupang yang menampilkan kekayaan laut dan bahari ikut membuat riuh suasana. Dan, kostum tema Candi Borobudur dengan aksen warna perak menjadi penutup parade kostum tahun ini.
Di akhir acara panitia kemudian memilih 3 juara dengan kostum terbaik, dari kategori pelajar dan juga umum. Defile Candi Borobudur menjadi juara favorit para juri.
Sementara itu, salah satu peserta SNC, Seantika (20) mengaku senang acara tahunan ini dapat digelar kembali setelah sempat tertunda.
"Akhirnya setelah menunggu lama, SNC dapat ada lagi. Senang banget sih meski suasananya enggak seramai dulu. Tapi enggak apa-apa semoga ini jadi pertanda baik buat Semarang," kata dia.
