Meutya Hafid: Roblox Sampaikan Komitmen Kepatuhan ke Komdigi soal PP Tunas
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan platform gim global Roblox telah menyampaikan komitmen kepatuhan terhadap regulasi pemerintah Indonesia, khususnya terkait perlindungan anak di ruang digital.
Pernyataan itu disampaikan Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (30/4), sebagai bagian dari pembaruan implementasi aturan PP Tunas.
"Kami hari ini ingin melakukan updating terhadap kepatuhan terhadap PP Tunas, PP Nomor 17 Tahun 2025 yang ditandatangani Bapak Presiden pada Maret tahun 2025, di mana diturunkan dari PP tersebut adalah Permen (Peraturan Menteri) yang mendahulukan delapan platform, termasuk Roblox, untuk melakukan kepatuhan," ujar Meutya.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga dihadiri langsung oleh perwakilan pusat Roblox dari Amerika Serikat.
"Dan hari ini, Roblox dari headquarters, VP Ibu Niki Jackson hadir bersama kita dari California. Tadi juga didampingi oleh Chief Legal Officer dari Roblox yang datang dengan kita. Ini Ibu Niki, kami didampingi Ibu Dirjen Vivi dan Bapak Dirjen Alex," katanya.
Menurut Meutya, proses pembahasan kepatuhan Roblox berlangsung cukup panjang karena karakter platform yang berbeda dari media sosial pada umumnya.
"Jadi, yang ingin kami sampaikan bahwa hari ini Roblox menyampaikan komitmen kepatuhan kepada Komdigi, dan ini sebetulnya sudah dalam pembicaraan yang bolak-balik, cukup panjang. Berhubung Roblox memang adalah games, jadi agak berbeda dengan teman-teman kelompok sosial media yang sebelumnya. Cukup banyak detail-detail yang harus kita bicarakan sebelum kemudian menilai bahwa ini kita anggap sebagai compliance atau kepatuhan terhadap PP Tunas," jelasnya.
Ia mengapresiasi langkah konkret Roblox dalam menerapkan sistem verifikasi usia (age verification) bagi seluruh penggunanya di Indonesia.
"Jadi, kami apresiasi Roblox yang sudah menyampaikan komitmen kepatuhan, di mana Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh user-nya. Dan user di bawah 16 tahun di Indonesia, tadi disampaikan oleh mereka, estimasinya ada 23 juta pemain anak, dengan kurang lebih total pemain 45 juta di Indonesia saja. Dan dari age verification itu, diwajibkan melakukan verifikasi usia. Jika tidak, maka chats atau fitur komunikasi langsung dimatikan," tuturnya.
Meutya menekankan, kebijakan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di platform digital.
"Jadi, ini yang menjadi penting, bahwa mereka yang tidak melakukan verifikasi usia, maka chats-nya akan dimatikan. Termasuk ada kemungkinan orang di atas 16 tahun tidak melakukan verifikasi wajah, dia juga otomatis akan dimatikan fitur komunikasinya, dan juga pembatasan games kepada games-games yang berlaku kepada anak-anak kecil," pungkasnya.
