Microsoft Down, Penerbangan di AS hingga Australia Terhenti

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat American Airlines terparkir di Bandara Ronald Reagan, AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat American Airlines terparkir di Bandara Ronald Reagan, AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts

Sistem komputer global mengalami gangguan akibat Microsoft down pada Jumat (19/7). Akibatnya, sejumlah maskapai besar di Amerika Serikat dan beberapa negara dunia menghentikan penerbangan.

Maskapai di AS yang terimbas gangguan termasuk di antaranya American Airlines, Delta Airlines, United Airlines, dan Allegiant Air. Mereka menghentikan penerbangan sejam usai Microsoft melaporkan sedang memperbaiki layanan cloud yang padam.

Selain maskapai, gangguan ini juga berdampak pada sistem telekomunikasi dan media, hingga bank di AS.

Di Australia, gangguan ini berdampak pada penerbangan perusahaan telekomunikasi, bank sampai media.

"Penerbangan saat ini termasuk keberangkatan dan ketibaan kemungkinan besar mengalami delay sepanjang malam," ucap juru bicara bandara Sydney seperti dikutip dari Reuters.

Sedangkan di Inggris gangguan berdampak pada operator kereta api. Di Selandia Baru sistem komputer di parlemen dan bank terdampak pemadaman global.

Microsoft dalam keterangannya mengatakan sedang melakukan upaya mitigasi untuk merespons masalah tersebut.

Menurut Koordinator Keamanan Siber Nasional Australia, pemadaman teknis skala besar disebabkan masalah pada platform software pihak ketiga.

Belum dapat dipastikan apakah peristiwa ini terkait kegiatan hacker atau bukan.

Reuters melaporkan, sistem operasi Microsoft Windows down massal dan menampilkan layar biru. Istilah teknisnya adalah 'Blue Screen of Death' (BSOD). Hal ini dipicu oleh adanya pembaruan software antivirus Falcon Sensor milik CrowdStrike—perusahaan keamanan siber—yang dipakai untuk melindungi Windows.