Mikrofon Mati Saat Hujan Deras, Sandi Hentikan Kampanye di Buleleng

Kampanye cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, di Lapangan Buana Putra, Kabupaten Buleleng, Bali, diguyur hujan deras.
Awalnya rintik hujan muncul sekitar pukul 09.30 WITA, tepat saat Sandi tiba di lokasi. Di tengah rintik yang semakin deras, Sandi masih semangat memberikan orasi.
Massa pendukungnya juga rela kehujanan mendengarkan orasi Sandi mengenai isu ekonomi, pariwisata dan toleransi. Namun tak sedikit pula yang memilih berteduh.
"Alhamdulillah Hujan Berkah," kata Sandi membuka orasinya.
Tak sampai 10 menit, hujan semakin deras. Namun Sandi tetap semangat berorasi meski suaranya kalah kencang dibanding suara hujan. Tapi tiba-tiba mikrofon Sandi mati, ia pun tampak berdiskusi dengan tim kampanyenya.
Usai berdiskusi, Sandi menghentikan kampanyenya.
Tak ingin pendukungnya kecewa, Sandi lalu menemui satu per satu pendukungnya yang tak jauh dari panggung. "Tetap semangat, berkah hujan adil makmur," kata Sandi seraya meninggalkan lokasi.
Di tempat yang sama, juru bicara Badan Pemenangan Daerah Bali Prabowo-Sandi, Ray Misno, mengatakan kampanye terpaksa diakhiri karena hujan yang semakin deras.
"Dipercepat tapi secara substansi semua sudah tersampaikan. Mulai masalah ekonomi kemudian pelestarian alam, ke-Kebhinnekaan Bali. Bahwa Bali ini miniatur, ke-Kebhinnekaan, toleransi itu sudah tersampaikan," kata Ray.
Berakhirnya kampanye itu membuat sejumlah acara yang telah disiapkan juga batal terlaksana. Acara itu di antaranya pawai bendera merah putih di lapangan dan tarian.
"Ini alam. Alam sudah berkehendak, tapi walau hujan massa tidak beranjak, ini yang hujan yang luar biasa, hujan tambah semangat, itu yang buat Sandi bertahan di panggung," kata dia.
