Milisi Hamas Lawan Serangan Israel di Dalam Terowongan Bawah Tanah Gaza

31 Oktober 2023 16:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang tentara Israel berjaga di dekat pintu masuk yang menurut militer Israel adalah terowongan serangan lintas batas yang digali dari Gaza ke Israel, di sisi perbatasan Jalur Gaza Israel dekat Kissufim 18 Januari 2018. Foto: Jack Guez/Pool via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tentara Israel berjaga di dekat pintu masuk yang menurut militer Israel adalah terowongan serangan lintas batas yang digali dari Gaza ke Israel, di sisi perbatasan Jalur Gaza Israel dekat Kissufim 18 Januari 2018. Foto: Jack Guez/Pool via Reuters
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pasukan Israel menyerang Hamas di bawah terowongan Gaza. Itu terjadi setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mau menghentikan pertempuran.
ADVERTISEMENT
Pertempuran Israel-Hamas pecah sejak 7 Oktober 2023. Sejak pekan lalu Israel mengintensifkan serangan ke Gaza dengan meluncurkan operasi darat.
"Pada hari terakhir, pasukan tempur IDF (Militer Israel) menghantam 300 target, termasuk rudal anti-tank, dan pos peluncur roket di bawah poros, dan kompleks militer di terowongan bawah tanah milik Hamas," ucap pernyataan IDF seperti dikutip dari Reuters.
Suasana di dalam terowongan serangan lintas batas yang digali dari Gaza ke Israel, di sisi perbatasan Jalur Gaza Israel dekat Kissufim 18 Januari 2018. Foto: Jack Guez/Pool via Reuters
IDF menambahkan, serangan itu dilawan Hamas dengan menembakkan rudal anti-tank dan tembakan senjata mesin.
"Tentara membunuh milisi dan serangan angkatan udara menghantam target dan infrastruktur teror," sambung IDF.
Saksi mata menyebut, tentara Israel pada serangan Senin kemarin menargetkan jalan utama utara-selatan di Gaza. Mereka menyerang dari dua arah.
Pemerintah Israel mengungkap, lewat serangan di Gaza mereka berhasil melepaskan sandera Hamas.
ADVERTISEMENT
Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, membenarkan pertempuran dengan Israel pada Selasa ini.
Suasana di dalam terowongan serangan lintas batas yang digali dari Gaza ke Israel, di sisi perbatasan Jalur Gaza Israel dekat Kissufim 18 Januari 2018. Foto: Jack Guez/Pool via Reuters
"Milisi berhasil menargetkan dua tank Israel dan sebuah buldozer di barat laut Gaza dengan rudal," jelas al-Qassam.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 8.306 warga tewas akibat serangan Israel. Sebanyak 3 ribu lebih di antaranya adalah anak-anak.
Pada Senin malam lalu, PM Netanyahu menegaskan bahwa serangan Israel ke Gaza belum akan berhenti. Israel akan tetap pada tujuan utama membasmi Hamas.
"Seruan gencatan senjata adalah seruan Israel menyerah pada Hamas," ucap Netanyahu.