Milisi Taliban Sandera Aparat Keamanan Pakistan
·waktu baca 2 menit

Otoritas menempuh dialog untuk menghentikan penyanderaan personel keamanan oleh Taliban di pusat kontraterorisme dekat Kota Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Senin (19/12).
Pelaku penyanderaan adalah kelompok Taliban Pakistan yang secara resmi dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pihaknya telah merebut fasilitas ini sehari sebelumnya. Sekitar 20 anggota organisasi militan bersenjata itu tengah bersembunyi di lokasi. Beberapa di antaranya adalah anggota penting TTP.
Otoritas tidak membeberkan berapa banyak petugas yang disandera. Seorang perwira intelijen mengungkap adanya enam sandera.
Empat sandera dikatakan berasal dari militer dan dua lainnya dari pasukan kontraterorisme. Untuk membebaskan mereka, para milisi menuntut perjalanan yang aman ke Afghanistan.
Kerabat para milisi juga terlibat dalam memulai negosiasi tersebut.
"Kami sedang bernegosiasi dengan para pemimpin pusat Taliban Pakistan di Afghanistan," terang juru bicara pemerintah provinsi, Mohammad Ali Saif, dikutip dari Reuters, Senin (19/12).
Dalam kekacauan ini, sedikitnya satu petugas kontraterorisme dibunuh para milisi. Menurut pihak berwenang, TTP merebut senjata dari para penjaga ketika menjalani interogasi.
Organisasi payung dari kelompok-kelompok militan yang beroperasi di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan itu didirikan pada 2007. Pemimpin TTP saat ini adalah Noor Wali Mehsud yang pernah mendeklarasikan kesetiaannya kepada Taliban Afghanistan.
Taliban Pakistan berbagi ideologi dengan Taliban Afghanistan. TTP bahkan membantu dalam perang dengan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Afghanistan pada 2001–2021.
TTP bertujuan menggulingkan pemerintahan dengan melancarkan kampanye teroris terhadap negara dan pasukan Afghanistan.
Sejak mengumumkan penghentian gencatan senjata pada bulan lalu, TTP telah kembali menggencarkan serangannya.
