Militer Filipina Masih Upaya Bebaskan 1 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkopolhukam Mahfud MD meninggalkan kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (23/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkopolhukam Mahfud MD meninggalkan kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (23/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menko Polhukam, Mahfud MD, bersyukur militer Filipina membebaskan 2 WNI dari penyanderaan Abu Sayyaf pada Minggu (22/12). Dua WNI yang dibebaskan itu berinisial SM dan ML.

Namun Mahfud menyatakan, pemerintah masih menunggu 1 lagi WNI yang masih disandera Abu Sayyaf.

Menurut Mahfud, militer Filipina tengah berupaya membebaskan 1 WNI yang berinisial MF.

"Abu Sayyaf masih membawa satu (WNI), masih membawa satu lagi, sedang diburu," ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Senin (23/12).

Mahfud meminta publik, khususnya keluarga MF, sabar menunggu upaya pembebasan. Adapun untuk 2 WNI yang telah dibebaskan, menunggu untuk diterbangkan ke Jakarta.

"(Pembebasan 1 WNI lain) ya kita tunggu saja lah. Perkembangannya positif dua sudah siap diterbangkan ke Jakarta, lagi cek kesehatan," kata Mahfud.

Ilustrasi tentara Filipina. Foto: AFP/TED ALJIBE

Diketahui SM dan ML dibebaskan militer Filipina pada Minggu kemarin. Seorang tentara Filipina dilaporkan tewas dalam upaya pembebasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataannya menyebut, SM dan ML dibebaskan setelah militer Filipina mengetahui lokasi penyandera. Menurut media Filipina ABS CBN, lokasi pembebasan berada di Sulu.

Sebelumnya SM, ML, dan MF yang merupakan nelayan diculik kelompok Abu Sayyaf di dekat Pulau Tambisan, Malaysia, pada September lalu.

Abu Sayyaf sempat meminta tebusan untuk pembebasan tiga WNI itu melalui video. Dalam video tersebut, ketiganya meminta tolong pemerintah Indonesia untuk membebaskan mereka dengan membayar tebusan 30 juta peso, atau lebih dari Rp 8 miliar.

kumparan post embed