Militer India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir, 8 Tentara Tewas

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel Pasukan Keamanan Perbatasan India dan Pasukan Pakistan dalam upacara Pemukulan Beating di Kashmir, Kamis (15/8). Foto: Kashmir
zoom-in-whitePerbesar
Personel Pasukan Keamanan Perbatasan India dan Pasukan Pakistan dalam upacara Pemukulan Beating di Kashmir, Kamis (15/8). Foto: Kashmir

Baku tembak antara India dan Pakistan terjadi di perbatasan Kashmir. Sebanyak delapan orang tentara tewas dalam insiden tersebut.

Militer Pakistan menyebut baku tembak di garis kendali Kashmir (LoC) terjadi pada Kamis (15/8) lalu.

Ada tiga tentara Pakistan tewas saat baku tembak. Sementara sisa korban lainnya yang berjumlah lima orang berasal dari tentara India.

Juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, mengatakan baku tembak antara kedua pihak masih berlanjut.

Personel Pasukan Keamanan Perbatasan India dan Pasukan Pakistan dalam upacara Pemukulan Beating di Kashmir, Kamis (15/8). Foto: Kashmir

Ia menyebut, di samping tentara, terdapat lima warga sipil tewas. Mereka terbunuh saat baku tembak di sektor Batal, Kashmir sisi Pakistan.

Terkait pernyataan Pakistan, India mengatakan, baku tembak sama sekali tidak menyebabkan korban jiwa.

"Korban jiwa nihil. Pernyataan tersebut sepenuhnya salah," kata keterangan militer India, demikian dilansir AlJazeera.

Tentara India berjaga saat pembatasan di Jammu. Foto: REUTERS/Mukesh Gupta

India bahkan menuding, Pakistan telah melanggar gencatan senjata di LoC Kashmir.

Kashmir dibagi menjadi dua wilayah, yaitu kepemilikan India dan Pakistan. Pembagian tersebut dilakukan Inggris sebelum kedua negara itu merdeka dari penjajahannya.

Meski demikian, India dan Pakistan hingga kini terus bertikai untuk merebut Kashmir secara penuh.

Konflik semakin memuncak usai India mencabut status istimewa Kashmir. Tindakan India dikecam keras Pakistan dengan menghentikan perdagangan, menyetop film India dan mengusir Dubes India dari Islamabad.