Militer Myanmar Hapus Pemberontak Arakan Army dari Daftar Teroris

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima Tertinggi militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Foto: Lynn Bo Bo/Pool/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Panglima Tertinggi militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Foto: Lynn Bo Bo/Pool/REUTERS

Junta militer Myanmar menghapus nama kelompok pemberontak Rakhine, Arakan Army (AA) dari daftar kelompok teroris. Hal ini dilakukan karena fraksi tersebut telah menghentikan serangan dan disebutkan bahwa akan membantu membangun perdamaian di Myanmar.

Mengutip Reuters, pemerintah berwenang Myanmar melaporkan kabar tersebut pada Kamis (11/3). Juru bicara AA juga juga menyambut baik kabar tersebut.

AA sedang berjuang untuk mendapatkan otonomi di negara bagian Rakhine barat. Selama dua tahun terakhir, AA telah menjadi salah satu kelompok paling tangguh dalam menantang pasukan yang pernah berperang dalam pertentangan etnis sekitar tujuh dekade.

Sejak tahun lalu, AA ditempatkan dalam daftar kelompok teroris di bawah pemerintahan Aung San Suu Kyi.

“Penunjukan kelompok ini sebagai kelompok teroris dihentikan mulai 11 Maret 2021,” begitu yang tertulis di Mirror Daily, media yang dikelola pemerintahan militer.

Juru bicara AA, Khine Thu Kha, mengatakan bahwa Rakhine telah mengalami kekerasan dan kemunduran selama bertahun-tahun. Menurutnya, penghapusan AA dari kelompok teroris merupakan hal yang positif.

“Pengumuman ini mungkin tidak menyelesaikan masalah seluruh negara, tetapi itu akan jadi awal untuk menyelesaikan masalah di negara bagian Rakhine. Jadi, kami menyambutnya,” kata Khine Thu Kha.

Pengunjuk rasa anti-kudeta berdiri di belakang barisan perisai darurat saat berdemonstrasi di Yangon, Myanmar, Selasa (9/3). Foto: AP Photo

Beberapa kelompok etnis bersenjata Myanmar telah mengkritik kudeta militer hingga menunjukkan dukungan terhadap pengunjuk rasa antikudeta. Sementara itu, AA tidak menyuarakan dukungan untuk para demonstran dan hanya ada sedikit protes yang terjadi di Rakhine.