Militer Myanmar Jatuhkan Bom di Kerumunan Festival Bulan Purnama, 40 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel militer berjaga saat ratusan pengungsi menyeberangi perbatasan sungai antara Myanmar dan Thailand, kota perbatasan strategis ke tangan pemberontak yang memerangi junta militer Myanmar, di Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, Sabtu (13/4/2024) Foto: Athit Perawongmetha/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Personel militer berjaga saat ratusan pengungsi menyeberangi perbatasan sungai antara Myanmar dan Thailand, kota perbatasan strategis ke tangan pemberontak yang memerangi junta militer Myanmar, di Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, Sabtu (13/4/2024) Foto: Athit Perawongmetha/Reuters

Militer Myanmar menyerang festival bulan purnama Thadingyut pada Senin (6/10) malam. Serangan itu menewaskan 40 orang, termasuk anak-anak.

Dikutip dari AFP, Rabu (8/10), serangan itu diluncurkan saat ratusan orang berkumpul di festival bulan purnama Thadingyut di kota Chaung U, Myanmar tengah.

Seorang wanita yang minta tak diungkap identitasnya mengatakan ratusan orang berkumpul untuk menghadiri festival dan demo anti-junta militer sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

"Komite memberi tahu orang-orang dan sepertiga dari kerumunan berhasil kabur," katanya dalam keterangannya.

"Tapi, tiba-tiba sebuah paralayang bermotor terbang tepat di atas kerumunan dan menjatuhkan dua bom ke tengah kerumunan," ungkapnya.

"Anak-anak hancur berkeping-keping," lanjutnya.

Ia mengatakan langsung membantu orang-orang yang terluka ketika paralayang bermotor meninggalkan lokasi itu.

"Per pagi ini, kami masih mengumpulkan potongan tubuh dari tanah. Potongan daging, anggota badan, bagian-bagian tubuh yang hancur," tuturnya.

Sementara saksi mata lainnya mengatakan kerumunan berusaha melarikan diri saat menyadari ada paralayang membawa bom yang terbang di atas mereka.

"Ketika saya berkata ke orang-orang untuk tidak lari, paramotor menjatuhkan dua bom," ungkapnya.

"Dua rekan saya tewas di depan saya. Ada banyak lagi yang mati di depan saya," lanjutnya.

Juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.