Militer Turki Berhasil Menduduki Kota Afrin

19 Maret 2018 6:53 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pertempuran di Afrin (Foto: REUTERS/Khalil Ashawi)
zoom-in-whitePerbesar
Pertempuran di Afrin (Foto: REUTERS/Khalil Ashawi)
ADVERTISEMENT
Militer Turki dan sekutu mereka, milisi Free Syrian Army (FSA), berhasil menduduki pusat kota Afrin pada Minggu (18/3). Pendudukan total atas kota yang dihuni mayoritas bangsa Kurdi itu ditandai dengan pengibaran bendera Turki dan milisi FSA di pusat kota.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Minggu (19/3) pertempuran di kota Afrin yang dipimpin militer Turki bersama pemberontak Suriah telah berlangsung selama 8 Minggu, sebelum mereka berhasil mengusir milisi Kurdi, YPG, keluar dari kota itu.
“Kota Afrin telah berhasil dikuasai pada pukul 8.30 pagi ini,” ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela peringatan pertempuran Gallipoli di Ankara.
“Hampir semua teroris telah melarikan diri dengan penuh rasa malu. Pasukan khusus kita dan milisi Free Syria Army sedang membersihkan sisa-sisa teroris yang tersisa dan menjebak mereka yang tertinggal di belakang.” tambahnya
Juru bicara pasukan pemberontak mengungkapkan, mereka memasuki pusat kota Afrin sebelum fajar, tanpa ada perlawanan. Organisasi pemantau perang, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan daerah-daerah yang dikuasai pejuang YPG telah mengabaikan perintah untuk menyerah, meski militer Turki telah merebut kontrol atas kota tersebut.
ADVERTISEMENT
Pertempuran di Afrin (Foto: REUTERS/Khalil Ashawi)
zoom-in-whitePerbesar
Pertempuran di Afrin (Foto: REUTERS/Khalil Ashawi)
Pertempuran Afrin sendiri telah membuka fron baru dalam konflik sipil Suriah. Pertempuran ini sekaligus menghadirkan Turki yang secara langsung terlibat ke dalam perang sipil yang telah berlangsung selama tujuh tahun ini.
Turki menganggap bahwa pejuang YPG, yang berperang di Suriah melawan Bashar Al-Assad dan ISIS, punya hubungan yang erat dengan pemberontak Kurdi yang berada di wilayah Turki. Oleh karena itu, Turki bersumpah akan menghancurkan apa yang mereka anggap sebagai “koridor teror”, yaitu daerah kekuasaan pejuang YPG yang berada di wilayah perbatasan bagian selatan Turki.
Seorang pejabat kota Afrin, Othman Sheikh Issa, mengecam pendudukan tersebut. “Pasukan kami di seluruh wilayah Afrin akan tetap menjadi mimpi buruk bagi mereka,” ungkapnya melalui pernyataan yang disiarkan televisi lokal.
ADVERTISEMENT
Sementara seorang pejabat otoritas Kurdi lain mengatakan, pasukan Kurdi masih berada di sepanjang wilayah Afrin. Mereka, ujarnya, “akan menyerang posisi-posisi Turki dan tentara bayaran mereka di setiap kesempatan.”
Organisasi Syrian Observation mengungkapkan, pertempuran tersebut mengakibatkan 150 ribu rakyat Afrin mengungsi. Sementara itu, organisasi World Food Program juga menyebut bahwa mereka telah mendistribusikan makanan kepada 25 ribu pengungsi di kota-kota di sekitar Afrin.