Mimpi Politik Rita Widyasari Jadi Kaltim-1 yang Pupus

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Kukar Rita Widyasari (Foto: Facebook Rita Widyasari)
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Kukar Rita Widyasari (Foto: Facebook Rita Widyasari)

Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK terkait gratifikasi izin tambang. Penetapan status Rita menjadi tersangka ini menghapus mimpi Rita untuk menapaki karier politik yang lebih tinggi yaitu sebagi Gubernur Kalimantan Timur.

Mendekati Pilgub Kaltim yang akan dihelat tahun depan, nama Rita Widyasari masuk ke dalam radar beberapa lembaga survei untuk menjadi kandidat kuat Gubernur Kaltim. Politikus Golkar berusia 43 tahun ini disebut memiliki pengalaman serta rekam jejak yang cukup untuk menjadi pemimpin muda masa depan Kaltim.

Rita mulai menjabat di tahun 2010 hingga 2015 dan kemudian menjabat kembali untuk periode 2016–2021. Pada periode 2010–2015, Rita berpasangan dengan Wakil Bupati Gufron Yusuf dan pada periode 2016–2021 ia berpasangan dengan wakil bupati Edi Damansyah.

Berdasarkan survei yang digelar oleh Indonesia Network Election Survey (INES) soal Pilgub Kaltim di 2018, nama Rita menempati peringkat tertinggi dengan tingkat akseptibilitas atau penerimaan tertinggi di Kaltim. INES mencatat Rita memiliki tingkat penerimaan sebesar 81,2 persen.

Ia mengalahkan Isran Noor yang berada di peringkat kedua dengan 79,2 persen. Peringkat ketiga diduduki oleh Yusran Aspar dengan 79,1 persen. Kemudian Syaharie Jaang 77,4 persen, Rizal Effendi 75,3 persen. Awang Ferdian Hidayat menyusul dengan 73,9 persen, diikuti H. Makmur (64,2 persen), Sofyan Hasdam (60,9 persen) dan H. Farid Wadjdy (59,1 persen).

Namun, dari segi popularitas, Rita menempati peringkat ketiga. Peringkat pertama ditempati oleh Isran Noor dengan tingkat popularitas 78,4 persen. Peringkat kedua diduduki H. Syaharie Jaang dengan 75,2 persen sementara Rita ada di peringkat ketiga dengan 74,3 persen.

Bupati Kukar Rita Widyasari (Foto: Facebook Rita Widyasari)
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Kukar Rita Widyasari (Foto: Facebook Rita Widyasari)

Peringkat selanjutnya ditempati oleh Rizal Effendi 72,1 persen, Yusran Aspar 71,3 persen serta Awang Ferdian Hidayat dengan 68,2 persen.

Survei INES ini digelar pada 14-25 Juli 2017 dengan 1.639 responden di 7 kabupaten dan 3 kota di Kaltim. Tingkat kepercayaan sebesar 95 persen, dan Margin of Error +/- 2.24 persen.

Selain INES, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) juga pernah menggelar survei Pilgub Kaltim. Hasilnya, nama Rita Widyasari menempati peringkat tertinggi untuk urusan popularitas yaitu 86,8 persen. Peringkat kedua ditempati Isran Noor dengan 85,8 persen sementara Syaharie Jaang ada di tempat ketiga dengan 84,6 persen.

LKPI juga mencatat tingkat elektabilitas dalam Pilgub Kaltim. Rita berada di peringkat pertama dengan 29,8 persen, disusul Syaharie Jaang dengan 12.8 persen dan Yusran Aspar dengan 7,3 persen.

Survei digelar pada September 2017 dengan Margin eror lebih kurang 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah responden mencapai 1.851 orang.

Jeruji KPK kini menghadang Rita. Namun, Rita sendiri saat dikonfirmasi mengaku tenang. Dia sudah siap menghadapi semuanya.