Minim Septic Tank, Warga Rusun Bidara Cina Jaktim Keluhkan WC Sering Mampet

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur masih kekurangan septic tank untuk menampung kotoran manusia yang tinggal di 600-an unit rumah di sana. Warga pun mengeluhkan WC yang sering mampet dan bau tidak sedap yang kerap muncul.

Surip (67) mungkin menjadi salah satu warga paling senior di sana. Ia sudah menghabiskan setengah hidupnya di Rusun Bidara Cina.

“Saya pindah ke sini (tahun) ‘96. ‘96-‘97. Iya, anak-anak dari kecil udah sampe berumah tangga, cucu-cucu saya udah kuliah, sarjana semua,” ucap dia saat ditemui kumparan pada Senin (28/7).

Surip, warga Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Hampir 30 tahun ia tinggal di sana. Katanya, masalah septic tank ini baru-baru ini mulai menjadi persoalan.

“Iya, sekarang ini, dulu udah ada, tapi dulu kan gak berjalan mungkin atau gimana yang pertama. Yang itu ditaruh di sebelah sana, di belakang RPTRA, kan gak jalan itu,” ucap Surip.

Surip tinggal di lantai 3 Rusun ini. Katanya, unitnya masih aman dari WC mampet. Namun, tetangganya di lantai dasar merasakan dampak langsung dari penuhnya septic tank.

“Yang paling kebanyakan (mampet) lantai 1 itu. Lantai 1 mampet, terus ntar ke bawah lantai dasar gitu, udah gitu aja,” jelas Surip.

Selain mengeluhkan mampet, kata Surip, warga di lantai 1 itu juga kerap diserang bau tidak sedap.

“Ya, kalau yang bau itu yang di bawah sana, di (dekat) Kali itu,” ucap Surip.

Efendi, warga Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Selain Surip, seorang warga lainnya, Efendi (61) bercerita bahwa masalah septic tank kini benar-benar dikeluhkan warga. Imbas dari kurangnya septic tank, banyak warga yang mengalirkan kotoran mereka langsung ke got.

“(Kotoran) Lari ke got,” ucap Efendi saat ditemui kumparan.

Imbasnya, menurut Efendi, jika air meluap dan menyebabkan banjir, kotoran-kotoran itu bercampur dan kembali masuk ke rumah-rumah warga yang berada di lantai dasar.

“Kalau banjir ya dari sini (got) aja keluar menguap ke atas,” ucap Efendi.

“Ya kayaknya nyampur gitu,” tambahnya.

Efendi bercerita, bahwa sebenarnya ada septic tank di Rusun itu. Namun, karena kurang, banyak warga yang mengalami WC mampet. Bahkan, kalau menurut Efendi, masalah WC mampet sudah dirasakan sejak tahun 1995.

“Masih ada juga yang sebagian ke septic tank ya. Cuma kan ada yang mampet, ada yang nggak gitu. Karena banyak rumahnya,” ucap Efendi.

“Udah lama lah 30 tahun,” tambah dia.

Gubernur Jakarta Pramono Anung di Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memulai program perluasan septic tank di Rusun Bidara Cina dan 9 kelurahan lainnya di Jakarta Timur untuk menjawab keluhan mereka dan masalah buang air besar sembarangan (BABS).

Program ini direncanakan untuk rampung dalam sebulan. Ada tiga jenis layanan sanitasi yang akan dibangun, yakni septic tank komunal-biogas, septic tank skala rumah tangga, dan fasilitas MCK komunal. Dananya berasal dari APBD, CSR dan swadaya masyarakat.

Menanggapinya, baik Efendi maupun Surip menyambut baik program ini.

“Ya bagus aja sih,” ucap Efendi.

“Ya, bagus lah,” ujar Surip.