kumparan
4 April 2018 6:10

Miras Ginseng Oplosan Perenggut Nyawa

Pemusnahan miras di Mako Polres Jaktim
Pemusnahan miras di Mako Polres Jaktim. (Foto: Ricky Febrian/kumparan)
Minuman keras berjenis ginseng merenggut empat nyawa pemuda di Pondok Cina, Kecamatan Beji, Depok. Mereka tewas setelah pesta miras pada Selasa (3/4) dini hari.
ADVERTISEMENT
Keempat pemuda yang tewas akibat miras itu yakni Muhammad Muljafar, Andri, Ani, dan Imron.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan dalam pesta miras tersebut ada 22 orang. Selain korban tewas, 18 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Tugu Ibu karena keracunan.
"Total ada 22 orang pemuda di Depok dini hari tadi berpesta minuman keras berjenis Ginseng (GG). Namun, diduga miras tersebut beracun hingga mengakibatkan 22 orang tersebut keracunan dan empat di antaranya meninggal dunia," kata Argo ketika dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Selasa (3/4).
Pabrik miras oplosan ilegal di Jabar diciduk
Pabrik miras oplosan ilegal di Jabar diciduk (Foto: Iqbal Tawakal Lazuardi/kumparan)
Polisi yang mendapati fenomena itu lantas bergerak dengan menggerebek toko penjual miras tersebut di Jalan Haji Shibi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Selasa (3/4). Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengaku telah mengamankan pemilik toko berinisial RS.
ADVERTISEMENT
Selain menangkap pedagang, polisi juga menyita barang bukti miras ginseng. Barang bukti itu akan di uji laboratorium untuk mengetahui kandungannya.
"Ya sekarang sedang kita identifikasi kita uji lab dulu minumanya," kata Indra ketika dikonfirmasi, Selasa (3/4).
Polisi rencananya juga akan mengautopsi satu jenazah korban tewas akibat miras itu untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Sejauh ini, diduga keempat korban tewas akibat keracunan.
Selain di Depok, peristiwa serupa juga terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur. Delapan orang warga tewas usai menenggak miras yang dicampur ginseng. Mereka adalah Hanarik Darini Alifi, Dede Kurniadi, Raditya Pradipta, Rosadi alias Gedat, Yulhendra, Yamaris, Elang, dan Prasetyo Wibowo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menerangkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/4) pukul 09.00 WIB. Mereka tewas usai berpesta miras. "Tiga lainnya kritis karena keracunan," kata Argo.
ADVERTISEMENT
Saat pesta miras itu, delapan orang tak sadarkan diri. Mereka selanjutnya dilarikan ke RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Namun, setelah menjalani perawatan nyawa delapan orang tidak berhasil diselamatkan. Sementara tiga lainnya, yaitu Budi Setiawan, Kabul, dan Achmad Rifai, masih dirawat intensif.
Terkait peristiwa itu, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra mengaku masih memburu pemasok miras oplosan kepada para korban. Ia menegaskan akan menindak secara tegas pemasok miras jika nantinya terbukti bersalah.
"Sedang kita lakukan penyelidikan untuk asal minuman oplos itu dari mana," kata Tony saat dihubungi kumparan, Selasa (3/4).
"Minumnya bukan di warung, di lokasi lain. Makanya lagi kita ini (selidiki) supaya kita tahu sumbernya dari mana. Kita juga distributor yang kita hajar," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan