Misbachul Munir Ajarkan TKI Hong Kong Dapat Uang dari Memotret

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Misbachul Munir (Foto: Facebook/Misbachul Munir)
zoom-in-whitePerbesar
Misbachul Munir (Foto: Facebook/Misbachul Munir)

Berawal dari hobi lalu sukses berkarier sebagai fotografer profesional. Kalimat itu pantas rasanya untuk menggambarkan sosok Misbachul Munir, juru foto andal kebanggaan Indonesia.

Meski hanya berupa hobi, namun fotografi dapat dijadikan Munir sebagai mata pencahariannya saat ini. Ia pun telah membuktikannya dengan sederet prestasi yang pernah diterima, baik nasional dan internasional.

Berbekal pengalamannya sebagai seorang fotografer, pria asal Magelang, Jawa Tengah, ini berbagi ilmu fotografi dengan para TKI di Hong Kong. Presentasi Munir tentang fotografi disambut antusias oleh para peserta acara pelatihan penulisan dan fotografi yang diselenggarakan kumparan (kumparan.com) bersama KJRI Hong Kong dan BRI di Hong Kong University.

Mulai dari menentukan angle, pemanfaatan cahaya, hingga teknik mengedit foto, diajarkan langsung olehnya di hadapan ratusan peserta pelatihan fotografi.

"Saya juga awalnya sama seperti teman-teman (TKI), kerja sebagai buruh migran di konstruksi. Tapi, saya punya hobi motret. Kemudian, saya tinggalkan pekerjaan saya dan beralih menjadi fotografer," tutur Munir, Minggu (22/4).

Misbachul. M di Workshop Penulisan dan Fotografi. (Foto: Prima Gerhard/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Misbachul. M di Workshop Penulisan dan Fotografi. (Foto: Prima Gerhard/kumparan)
Workshop Penulisan dan Fotografi untuk TKI. (Foto: Prima Gerhard/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Workshop Penulisan dan Fotografi untuk TKI. (Foto: Prima Gerhard/kumparan)

Munir juga menyampaikan bahwa memotret jangan hanya dijadikan sekadar hobi. Sebab, berbagai kesempatan berharga akan datang bila ditekuni.

"Jangan hanya dijadikan hobi semata, karena fotografi itu bisa jadi mata pencaharian. Bisa menghasilkan uang," imbuhnya.

Pernyataan Munir lantas menimbulkan rasa penasaran dari para peserta yang bertanya bagaimana sebuah foto bisa menghasilkan uang. Menjawab pertanyaan tersebut, Munir bercerita bahwa para TKI bisa mengawali diri dengan mengikuti berbagai lomba fotografi terlebih dahulu.

Jika menang, berbagai hadiah menarik yang mungkin saja berupa uang bisa diperoleh oleh mereka. Munir juga menyarankan peserta untuk terjun langsung sebagai kontributor di berbagai situs microstock terkemuka di dunia.

"Misalnya, kalian bisa menjadi kontributor do Shutterstock. Foto yang kalian unggah ke sini nantinya bisa dibeli oleh media atau siapa pun yang membutuhkannya. Dari situlah, pundi-pundi rupiah bisa kalian terima," jelasnya.

Mengakhiri perbincangan, pria yang juga berprofesi sebagai dosen fotografi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini berpesan bahwa semua hal bisa diraih jika adanya kemauan dan konsistensi dari para peserta.