Misteri 2 PRT Lompat dari Kos di Benhil: 1 Tewas, Polisi Selidiki Motif
·waktu baca 3 menit

Dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (30) dan D (18) dilaporkan melompat dari lantai 4 kamar kos milik majikannya di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa itu, satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka patah tangan.
Kasus ini kini masih didalami Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengungkap kronologi dan motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Tragedi seperti ini selalu menyisakan pertanyaan yang lebih berat dari sekadar garis polisi.
Dua Korban Lompat dari Lantai 4
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar [satu PRT tewas],” kata Roby kepada wartawan, Kamis (23/4).
Menurut polisi, kedua korban melompat dari lantai 4 secara bersamaan.
“Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan,” sambungnya.
Korban D dilaporkan meninggal dunia, sementara R selamat dan masih menjalani perawatan medis akibat patah tangan.
Korban Selamat Belum Bisa Diperiksa
Polisi menyebut korban yang selamat masih dalam kondisi sakit sehingga belum dapat dimintai keterangan secara maksimal.
“Yang saksi itu masih sakit, dia enggak bisa ngomong,” ujar Roby.
Meski demikian, penyidik telah memperoleh keterangan awal dari sejumlah saksi di lokasi.
“Kalau keterangan singkat sih sudah ada. Kalau keterangan singkat, tapi kalau keterangan mendalam belum,” tutur Roby.
Dugaan Tak Betah dan Ingin Kabur
Dari informasi sementara, polisi menduga kedua korban nekat melompat karena merasa tidak betah dan ingin melarikan diri.
“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby.
Namun polisi menegaskan dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena penyelidikan masih berlangsung.
“Betul. Ya enggak tahu benar apa enggak, informasi awalnya sih begitu. Makanya masih diperiksa. Nanti kalau sudah ada hasil pemeriksaan baru saya bisa ngomong,” jelasnya.
Ada Dugaan Majikan Galak
Keterangan awal juga menyebut adanya dugaan korban merasa tidak nyaman dengan perlakuan majikan.
“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya,” ucap Roby.
Namun polisi belum menemukan bukti soal dugaan penyiksaan.
“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” kata Roby.
Artinya, sejauh ini polisi masih memilah antara rumor, kesaksian emosional, dan fakta hukum. Tiga hal yang sering dicampur jadi satu.
Polisi Dalami Peran Majikan
Hingga kini polisi masih mendalami keseluruhan peristiwa, termasuk kemungkinan memeriksa pemilik kos atau majikan kedua korban.
Para korban juga telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis dan keperluan autopsi.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum kedua korban melompat dari lantai 4.
