Misteri Dokter PPDS yang Ditemukan Tewas di Semak-semak di Siak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris dari PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI. Foto: Instagram/@fkunri_official
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris dari PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI. Foto: Instagram/@fkunri_official

Alex Cristo Lotis (30), dokter residen di RSUD Tengku Rafian Siak yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi, ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar rumah sakit pada Selasa (14/7). Korban merupakan mahasiswa PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) yang sedang menjalani pendidikan sebagai dokter residen di RSUD Tengku Rafian Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban sedang menjalankan tugas belajar sebagai dokter residen di rumah sakit tersebut.

"Hasil penyelidikan sementara, korban merupakan seorang dokter yang sedang melaksanakan tugas belajar sebagai residen anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak," kata Kosmos, Rabu (15/7).

Kosmos menjelaskan, korban tinggal di mess RSUD Tengku Rafian Siak. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan hilang sejak Senin (13/7) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat keluar dari rumah sakit pada pukul 18.06 WIB. Sejak malam itu pihak rumah sakit telah melakukan pencarian karena telepon genggam korban sudah tidak aktif," ujarnya.

Korban kemudian ditemukan oleh petugas keamanan rumah sakit di lokasi yang tidak jauh dari RSUD. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke polisi hingga Satreskrim Polres Siak melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil olah TKP, polisi memastikan seluruh barang pribadi korban masih berada di lokasi penemuan.

Alex Kristo Lotis (30) dokter residen yang sedang menjalani pendidikan spesialis di RSUD Tengku Rafian Siak ditemukan tewas di samping pagar rumah sakit, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. Di dalam tas ditemukan telepon genggam, perlengkapan pribadi, termasuk headset, serta ampul dan alat suntik," ungkap Kosmos.

Polisi juga menyatakan belum menemukan tanda-tanda kekerasan secara kasat mata pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi.

"Hingga saat ini penyebab kematian masih dalam penyelidikan dan kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara," pungkasnya.

UNRI Benarkan Korban Mahasiswa PPDS

Sehari setelah penemuan jasad, Universitas Riau membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Unri.

"Universitas Riau menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau," demikian pernyataan resmi UNRI melalui akun Instagram @fkunri_official, Rabu (15/7).

Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris dari PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI. Foto: Instagram/@fkunri_official

UNRI menjelaskan Alex merupakan mahasiswa PPDS semester tiga yang sedang menjalani stase luar kota di RSUD Tengku Rafian, Siak.

"Atas nama pimpinan Universitas Riau, Fakultas Kedokteran dan seluruh civitas akademika menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan," lanjut pernyataan tersebut.

Kemenkes Turut Berduka dan Monitor Kasus

Kementerian Kesehatan menyatakan turut memantau perkembangan kasus tersebut sembari menunggu informasi lebih rinci dari pihak rumah sakit maupun Universitas Riau.

"Sedang kami monitor. Kami masih nunggu info detail lebih jelas dari pihak RSUD atau Universitas Riau," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Rabu (15/7).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman. Foto: Dok. Pribadi

Aji juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter peserta PPDS tersebut.

"Tentu kami turut prihatin terhadap kejadian tersebut dan berduka cita atas wafatnya almarhum," ujarnya.

Hasil Autopsi Sementara

Polda Riau kemudian mengungkap hasil autopsi sementara terhadap jasad dr. Alex Cristo Loris. Pemeriksaan menemukan adanya luka pada tangan serta memar di kepala.

"Ditemukan luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu, terdapat memar pada kepala yang diakibatkan oleh kekerasan tumpul," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi A. Samosir, Rabu (15/7).

Alex Kristo Lotis (30) dokter residen yang sedang menjalani pendidikan spesialis di RSUD Tengku Rafian Siak ditemukan tewas di samping pagar rumah sakit, Selasa (14/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Selain luka luar, autopsi juga menemukan pelebaran pembuluh darah dan pembendungan (kongesti) pada sejumlah organ dalam korban.

"Hasil pemeriksaan sementara belum dapat menentukan sebab kematian. Perkiraan waktu kematian korban sekitar 12 hingga 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan," ujar Rudi.