News
·
23 April 2021 10:54

Misteri Keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Misteri Keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala (365408)
searchPerbesar
KRI Nanggala-402. Foto: Dok. TNI AL
Rabu (21/4) pagi, dengung suara komunikasi KRI Nanggala 402 secara tiba-tiba terputus. Kapal berawak 53 orang ini hilang kontak saat menjalani latihan peluncuran torpedo di perairan Bali.
ADVERTISEMENT
Keberadaan kapal selam milik TNI AL itu hingga kini masih tak diketahui. Awalnya, pada pukul 03.46 WIB, KRI Nanggala meminta izin untuk menyelam, kemudian pada 04.00 WIB melaksanakan penggenangan peluncur torpedo.
Usai penggenangan peluncur torpedo nomor 8, komunikasi dengan KRI Nanggala, terputus sesaat setelah komandan latihan memberikan izin penembakan.
Misteri Keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala (365409)
searchPerbesar
Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo di di Laut Jawa. Foto: Syaiful Arif/ANTARA
Proses pencarian pun langsung dilaksanakan. Di tengah-tengah proses pencarian, ditemukan tumpahan minyak dan bau solar di sejumlah titik. Penemuan pertama ada di posisi 07 derajat 49 menit 74 detik lintang selatan, 114 derajat 50 menit 70 detik bujur timur radius 150 meter.
"Selanjutnya KRI REM atau RE Martadinata 331 melaporkan juga menemukan [tumpahan minyak] di posisi 7 derajat 51 menit 92 detik lintang selatan, kemudian 114 derajat 5 menit 77 detik bujur timur. Area sama kurang lebih 150 meter," ujar Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad saat konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4).
Misteri Keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala (365410)
searchPerbesar
KRI Karel Satsuitubun 356 bersiap sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Selain itu, juga ditemukan lokasi benda bermagnet tinggi di sekitar 50 meter dari titik operasi pencarian yang dilakukan KRI Pulau Rimau. Kedalamannya mencapai 50-100 meter. Saat ini, pencarian difokuskan pada titik ini.
ADVERTISEMENT
"Ada satu titik magnet yang kuat. Mudah-mudahan itu tidak berubah dan akan dikejar itu. Mudah-mudahan itu jadi titik terang," kata Riad dalam konferensi pers update pencarian di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (23/4).
Pendeteksian di lokasi ini dilanjutkan dengan menggunakan KRI Rigel yang memiliki sonar, sehingga dapat mengkonfirmasi benda dengan magnet tinggi tersebut. KRI Rigel juga digunakan dalam operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Januari lalu.
"KRI Rigel berada dekat diharapkan sore siang hari ini sampai bisa membangun mencari lebih detail, menindaklanjuti mencari hasil yang kemarin diperoleh KRI Rimau," ucap Riad.
Pencarian dengan sonar sangat penting karena kapal selam diduga berada di kedalaman 500-700 meter di palung perairan Bali. Kedalaman ini tentu sudah melebihi kemampuan standar KRI Nanggala yang banya bisa menyelam sampai 250 meter.
Misteri Keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala (365411)
searchPerbesar
Kapal Angkatan Laut Indonesia tiba untuk bergabung dalam operasi pencarian KRI Nanggala 402 di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4). Foto: AFP
Tim pencari terus berpacu dengan waktu. Pasalnya cadangan oksigen pada KRI Nanggal hanya selama 72 jam atau tiga hari. Ini berarti batas maksimal hanya sampai Sabtu (24/4) besok.
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi telah memerintahkan proses pencarian harus diupayakan secara optimal, dengan prioritas utama keselamatan para kru KRI Nanggala.
"Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI, KSAL dan Basarnas bersama-sama instansi terkait lainnya untuk mengerahkan segala kekuatan dan upaya seoptimal mungkin, melakukan upaya pencarian dan penyelamatan," ujarnya Kamis (22/4).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020