Misteri Lakban Kuning Diplomat Arya, Dibeli di Yogya Sepekan Sebelum Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rekaman CCTV aktivitas diplomat Arya Daru Pangayunan sebelum ditemukan tewas di salah satu kamar di Gondia International Guest House, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rekaman CCTV aktivitas diplomat Arya Daru Pangayunan sebelum ditemukan tewas di salah satu kamar di Gondia International Guest House, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kasus meninggalnya diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan (39) hingga kini masih menjadi teka-teki. Arya ditemukan tewas di kamar indekosnya di Gondia International Guesthouse, Gondangdia, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025 pagi.

Kondisi jenazah Arya di bagian wajah dan kepala terlilit lakban berwarna kuning. Jenazah Arya juga terlihat mengenakan kaus dan celana pendek dengan kondisi selimut masih menutup setengah tubuhnya.

Sumber kumparan yang mengetahui soal kejadian itu mengatakan, Arya membeli lakban berwarna kuning itu di sebuah toko serba ada di Yogyakarta.

"Dia membelinya sepekan sebelum ditemukan tewas," ujar sumber kumparan itu, Kamis (24/7).

Yogyakarta adalah kampung halaman Arya. Di sana istri dan kedua anaknya menetap, sementara Arya bekerja di kantor Kemlu Jakarta dan indekos di Gondia. Arya rutin pulang-pergi Jakarta-Yogya menjenguk keluarganya.

Penampakan Gondia International Guest House lokasi tewasnya Diplomat Arya. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Dari foto yang diterima dan keterangan personel Polsek Menteng sebelumnya, wajah Arya terlilit lakban berwarna kuning. Lilitan lakban itu membungkus kepalanya, mengitari kepalanya dan menutup wajahnya.

Lakban itu rapat, nyaris tak ada celah terbuka dari lilitan lakban itu. Ketatnya lakban itu juga dapat dilihat dari lilitan yang membentuk kepala Arya.

Lalu, sisa lakban itu masih ada di samping kepala korban saat ditemukan.

Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan. Foto: Instagram/ @indonesiainba

Saat ditemukan, tangan kanan Arya berada di kasur. Sementara tangan kiri terletak di perutnya. Ia terbaring mengenakan kaus biru tua dan celana hitam.

Lakban ini jadi barang bukti yang diteliti polisi, dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka tengah memeriksa sidik jari yang ada di lakban itu.

Penampakan bagian dalam pintu kos Diplomat Arya Daru Pangayunan. Saat kejadian, pintu kos terkunci dari dalam. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhani mengatakan dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, polisi mendapati adanya sidik jari korban tertempel di lakban tersebut.

"Kalau dari olah TKP awal masih kelihatan sidik jari si korban itu," kata Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandi, saat dihubungi kumparan, Rabu (9/7).

Rezha memastikan pihaknya masih melakukan proses pendalaman terkait ada atau tidaknya sidik jari lain yang menempel di lakban tersebut.