Misteri Mayat Pria Terborgol di Teralis Jendela Gedung Kosong di Kendal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mayat pria tanpa identitas ditemukan di sebuah bangunan kosong bekas SPPG di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mayat pria tanpa identitas ditemukan di sebuah bangunan kosong bekas SPPG di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Sesosok mayat pria bernama Donna Nuzulul Aditya (29) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam bangunan gedung SPPG yang kosong di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (6/10) pagi. Korban ditemukan dalam keadaan tangan terborgol pada teralis jendela.

Polres Kendal kini tengah memburu pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Jasad warga Kaliwungu itu pertama kali ditemukan oleh seorang juru parkir bernama Eko Mulyono. Eko curiga lantaran mencium bau membusuk yang amat menyengat di sekitar bangunan kosong selama dua hari berturut-turut.

Penasaran, Eko bersama dua warga setempat memutuskan untuk memeriksa sumber bau ke lantai dua gedung. Di sana, mereka mendapati tubuh korban terikat borgol di teralis jendela dengan ceceran darah di sekitarnya serta sebilah pisau yang tertinggal di lokasi kejadian.

Petugas yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi. Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa korban tewas akibat sabetan atau hantaman benda tumpul di bagian kepala. Korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhir sekitar 5 hingga 10 hari sebelum ditemukan.

Polisi Buru Pelaku dan Minta Bantuan Warga

Plt Kasi Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, menegaskan bahwa jajarannya melalui Satreskrim Polres Kendal sedang bekerja keras mengusut tuntas motif dan menangkap dalang di balik aksi pembunuhan ini.

"Masih dalam penyelidikan. Mohon doanya," kata Deni saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Deni juga mengimbau warga yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi sebelum kejadian untuk segera melapor.

"Setiap informasi dari masyarakat akan sangat membantu proses penyelidikan yang sedang berjalan," pungkasnya.