Misteri Sebulan Hilangnya Menlu China Qin Gang: Diisukan Sakit hingga Selingkuh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri China Qin Gang terlihat selama pertemuannya dengan timpalannya dari Mesir Sameh Shoukry di Kairo, Mesir, 15 Januari 2023. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri China Qin Gang terlihat selama pertemuannya dengan timpalannya dari Mesir Sameh Shoukry di Kairo, Mesir, 15 Januari 2023. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS

Menteri Luar Negeri China, Qin Gang, secara tiba-tiba diberhentikan dan digantikan oleh pendahulunya, Kepala Kebijakan Luar Negeri di Partai Komunis China Wang Yi, pada Selasa (25/7).

Pencopotan jabatan Qin terjadi sebulan sejak pria berusia 57 tahun itu terakhir kali tersorot di publik saat bertemu dengan delegasi dari Sri Lanka, Vietnam, dan Rusia di Ibu Kota Beijing pada 25 Juni 2023.

Terbaru, pada Rabu (26/7) giliran nama Qin Gang yang menghilang dari situs web resmi lembaga pemerintahan itu.

Situasi tersebut semakin memperdalam misteri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada salah satu orang kepercayaan Presiden Xi Jinping sekaligus mantan Duta Besar untuk Amerika Serikat ini.

Disadur dari berbagai sumber, berikut ini rangkuman perihal misteri menghilangnya Qin Gang yang menarik diketahui.

Sosok Qin Gang

Pria kelahiran 19 Maret 1966 ini adalah seorang diplomat karier dan menjadi ajudan kepercayaan Xi. Dia baru ditunjuk sebagai menteri luar negeri menggantikan pendahulunya, Wang Yi, pada Desember 2022 lalu.

Namun, Wang yang sudah menjadi menteri luar negeri sejak 2013-2022 itu kembali dilantik untuk menduduki jabatan yang sama, sebulan setelah Qin menghilang.

Dikutip dari BBC, Qin Gang pernah ditunjuk Xi sebagai Utusan Diplomatik China di London pada 2010. Setahun kemudian, ia kembali ke Beijing untuk mengemban tugas sebagai Direktur Jenderal Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri.

Menteri Luar Negeri China Qin Gang menghadiri konferensi pers setelah pembicaraan dengan mitranya dari Belanda Wopke Hoekstra di Beijing, China, 23 Mei 2023. Foto: Thomas Peter/REUTERS

Qin yang fasih berbahasa Inggris ini pernah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri China selama dua periode, dari 2005 hingga 2010 dan 2011 hingga 2015.

Sebelum dilantik sebagai menteri luar negeri, Qin pernah menjadi Duta Besar untuk Amerika Serikat sejak Juli 2021 โ€” ketika hubungan antara Washington dan Beijing sudah mulai memburuk.

Di Washington, Qin menjadi sosok nasionalis yang kerap muncul di media dan membela posisi China perihal isu-isu sensitif, seperti kasus pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Hong Kong, serta isu menyangkut kedaulatan Taiwan.

Atas jiwa nasionalis dan keberaniannya dalam membela kebijakan luar negeri China, Qin diberi julukan 'Wolf Warrior Diplomacy'.

Di bawah gaya diplomasi yang mulai eksis sejak pemerintahan Xi ini, para diplomat cenderung lebih konfrontatif dalam menghadapi kritik Barat dan membela negaranya di negara asing.

Perselingkuhan?

Dalam kemunculan terakhirnya di depan publik bulan lalu, Qin tampak sedang tersenyum saat berjalan beriringan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko di Beijing.

Keberadaan Rudenko di Beijing berlangsung dua hari setelah pemberontakan bersenjata Wagner Group di Rusia digagalkan.

Sehari setelah pencopotan jabatannya, pada Rabu (26/7) nama Qin tiba-tiba menghilang di portal situs web resmi Kementerian Luar Negeri China.

AFP melaporkan, berbagai rumor mulai bermunculan di media sosial, mulai dari spekulasi bahwa Qin mengidap suatu penyakit hingga diisukan memiliki asmara terlarang dengan seorang wanita.

Beberapa pekan lalu, sebuah artikel di situs berita politik Amerika Serikat memberikan spekulasi bahwa ketidakmunculan Qin disebabkan oleh masalah kesehatan.

X post embed

Kementerian Luar Negeri China pun sempat mengiyakan bahwa alasan menghilangnya Qin diakibatkan oleh isu kesehatan. Namun, pihaknya tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, media lokal menyebut Qin diduga berselingkuh dengan seorang pembawa berita terkemuka di stasiun televisi TV Phoenix yang berbasis di Hong Kong, Fu Xiaotian.

Perselingkuhan itu disebut sudah berlangsung sejak Qin masih menjadi duta besar di Washington.

X post embed

Di sisi lain, Qin berstatus menikah dan dikaruniai seorang putra. Netizen China kemudian menelusuri lebih lanjut soal Fu โ€” yang rupanya melahirkan seorang bayi pada tahun lalu, sekitar sembilan bulan setelah mewawancarai Qin.

Video wawancara antara Qin dan Fu yang berlatar belakang Gedung Putih ini tersebar di media sosial dan dijadikan netizen sebagai bukti atas perselingkuhan mereka.

Fu juga kerap mengunggah foto bayinya โ€” tanpa menyertakan sosok sang ayah yang hingga kini masih menjadi pertanyaan. Namun, selama ini dia acap kali mengomentari unggahan di media sosial yang melibatkan Qin, seperti saat dia berulang tahun atau ketika dipromosikan menjadi anggota Komite Sentral Partai Komunis China.

Pengganti Qin

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan saat berbincang denan Menlu China Wang Yi di Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu (13/1/2020). Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan

Di tengah ketidakjelasan soal keberadaan Qin, Kementerian Luar Negeri China memutuskan kembali melantik Wang Yi untuk menjadi suksesornya.

Diplomat senior itu menggantikan Qin dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers Meeting/AMM) yang digelar di Jakarta, pada 11-14 Juli 2023.

Namun, selama kunjungannya di Indonesia Wang tidak memberikan komentar apa pun terkait keberadaan Qin.

Menlu Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Diplomat Senior China Wang Yi sebelum melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (12/7/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto

Sebelum absen di AMM, Qin juga absen dalam pertemuannya dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell, yang seharusnya digelar beberapa pekan lalu di Beijing.

"Pertemuan tersebut ditunda setelah Cina memberi tahu Uni Eropa bahwa tanggal tersebut tidak memungkinkan lagi," kata juru bicara Uni Eropa, pada Selasa (11/7).

Hingga berita ini dirilis, Kementerian Luar Negeri China atau media lokal seperti Xinhua belum memberikan penjelasan atau alasan di balik pencopotan Qin.

Namun, dengan masa jabatannya yang hanya berlangsung kurang dari 7 bulan โ€” Qin tercatat sebagai menteri luar negeri dengan masa jabatan paling singkat dalam sejarah China.