Misteri Wanita Tewas Terbakar di Pos Ronda Demak

Mayat perempuan tanpa identitas ditemukan terbakar di sebuah pos ronda di Desa Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Selasa (1/9) dini hari. Polisi menduga perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.
Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 04.00 WIB. Saat ditemukan, jasad perempuan tersebut masih terbakar di pos ronda.
Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayoga mengatakan, warga awalnya melihat api di pos ronda. Karena penasaran, warga kemudian mendekati lokasi dan mendapati jasad seorang perempuan.
"Ada masyarakat yang keluar melihat di pos ronda itu ada yang terbakar. Ada api. Terus karena merasa penasaran didekati, apa yang terbakar itu, ternyata setelah didekati ternyata ada mayat," ujar Rudi kepada wartawan.
Warga kemudian memanggil warga lainnya, termasuk perangkat desa, sebelum melaporkan temuan tersebut ke polisi.
"Karena kaget kemudian memanggil warga yang ada di sekitar situ. Kemudian lapor ke polsek kemudian mendatangi TKP, olah TKP dan mengamankan TKP," jelas dia.
Polisi menduga korban dibakar setelah meninggal dunia. Identitas perempuan tersebut hingga kini belum diketahui.
"Diduga waktu terbakar itu setelah meninggal dunia. Sampai sekarang belum diketahui identitasnya," imbuh dia.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sultan Fatah Karangawen, Demak, untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian serta identitas korban.
"Karena diduga ada unsur kekerasan, untuk memastikan penyebab dan lain-lainnya dibawa ke RSUD Sultan Fatah untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Rudi.
Polisi Rilis Ciri-ciri Korban
Pada Selasa malam, polisi merilis ciri-ciri perempuan tersebut untuk membantu mengungkap identitasnya. Korban diperkirakan berusia 20-30 tahun dengan tinggi sekitar 154 sentimeter. Perempuan itu disebut memiliki perawakan pendek, sedikit gemuk, dan rambut lurus.
Saat ditemukan, korban mengenakan jaket jumper, baju hijau merek Sonoma ukuran S, serta handuk merek Pamelo berwarna biru. Korban juga mengenakan celana tiga perempat berwarna hitam.
Selain itu, polisi menemukan kaus kaki berwarna krem dengan stiker bergambar kepala beruang serta sandal selop hitam merek Luofu ukuran 37.
Kasat Reskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, polisi masih mencari identitas korban dan mendalami kasus tersebut.
"Kami masih melakukan pencarian identitas korban, penyelidikan, melakukan autopsi terkait penyebab kematian dan pendalaman," ujar Arlan, Selasa (1/9).
Polisi mengimbau masyarakat yang mengenali ciri-ciri tersebut agar melapor ke kantor polisi terdekat atau Polres Demak.
Sementara itu, Rudi memastikan korban bukan warga Desa Kebonagung, lokasi penemuan jasad.
"Warga Kebonagung sampai saat ini tidak ada yang kehilangan keluarga," jelas Rudi.
Hingga Selasa malam, belum ada keluarga atau pihak yang mengenali korban datang ke Polres Demak.
"Belum ada yang datang," kata Rudi.
