Mobil di Margonda Dibobol Modus Pecah Kaca: Kamera-Laptop Raib, Rugi Rp 35 Juta

Mobil Fortuner seorang pegawai swasta berinisial AYA dibobol dengan modus pecah kaca di kawasan Jalan Margonda, Depok pada Senin (20/7). Sejumlah barang seperti kamera hingga laptop senilai Rp 35 juta raib dicuri.
Saat itu, mobil milik AYA tengah diparkir di bahu jalan dekat Baso Malang Citra dan ia tengah makan. Pembobolan diperkirakan terjadi pada pukul 17.55-18.30 WIB.
AYA menceritakan awalnya ia baru pulang liputan dari daerah Bogor. Karena membawa kamera, ia memutuskan menggunakan mobil demi keamanan.
"Saya juga tidak pernah berpikiran kalau kejadian ini menimpa saya, karena memang kaca film saya gelap banget, dan di situ ramai banget orang dan anehnya gak ada yang ngeh satu pun," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat parkir di bahu jalan, tidak ada juru parkir. Pukul 17.55 WIB, AYA dan temannya masuk warung hanya membawa HP. Sekitar 30 menit kemudian, saat kembali ke mobil Fortuner miliknya, kaca penumpang baris tengah sisi kanan sudah hancur berkeping-keping.
3 Tas Peralatan dan Kartu Identitas Raib
Dalam kejadian itu, 3 tas ikut hilang. Berikut rinciannya:
1. Tas Kamera Merah
Sony Alpha a7C Mirrorless Digital Camera Silver SN: 5018531603C
Lensa Sony FE 24–105mm F4 G OSS SN: S015940461F
Charger dan SD Card berisi data hasil shooting
2. Pouch Hitam
KTP, KTM, ATM, SIM, STNK Mobil dan Motor an. AYA & AH
3. Tas Ransel Jansport Hitam
Laptop Lenovo Ideapad 3 Silver + charger + mouse
Identitas KTP, ATM, kontrak kerja atas nama AK
Goodiebag souvenir tugas kampus, kotak bekal, jaket Unionwell Hitam
"Perlu ditegaskan, kami menaruh laptop di dalam tas ransel dan tas tersebut berada di bawah jok kursi penumpang baris tengah, dan tas kamera kami tutupi dengan jaket. Kondisi mobil memiliki kaca film yang tebal," kata AYA.
AYA mengaku kamera yang hilang sangat berarti karena ada data shooting di dalamnya.
"Sekecil apa pun informasi dan bantuan publikasi akan sangat membantu saya, karena kalau di Indonesia ini no viral no justice," katanya.
Duga Diintai Komplotan
AYA menduga pelaku mengintai dari jauh. Modusnya memperhatikan siapa yang turun tanpa membawa tas.
"Jika makan di tempat, maka mobil kami akan diintip dan dibobol menggunakan part busi yang kecil dan bisa menghancurkan kaca hingga berkeping dalam hitungan detik saja," duga AYA.
Ia mengatakan, lokasi kejadian saat itu ramai dan ada ojol yang mangkal. Namun tidak ada saksi mata yang melihat aksi tersebut.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Depok dan tim sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami akan menjelaskan masalah laporan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Jalan Margonda Raya dengan modus Pecah Kaca. Sekarang korban sudah membuat laporan polisi dan unit reskrim Polres sedang melakukan penyelidikan untuk pencarian pelaku," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra.
"Barang-barang yang diambil ada laptop, kamera dan masih dalam pendataan untuk barang-barang yang diambil," tambahnya.
