Mobil Melintas di Jalur Sepeda saat CFD Sudirman-Thamrin, Ini Penjelasan Dishub

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sebuah video yang memperlihatkan mobil melintas di jalur sepeda saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, Minggu (7/6), beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, perekam yang berada di dalam mobil memperlihatkan kondisi jalan yang dipadati warga yang sedang berjalan kaki dan berolahraga saat CFD berlangsung.

Narasi yang beredar menyebut kendaraan tersebut melintas di depan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), kawasan Kebayoran Baru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin memberikan penjelasan terkait keberadaan kendaraan yang melintas di jalur sepeda saat HBKB berlangsung.

Budi mengatakan pemisahan lajur untuk akses kendaraan menuju Gedung Menara Mandiri saat pelaksanaan HBKB telah diterapkan sejak Desember 2019.

“Pemisahan lajur untuk akses jalan kendaraan menuju Menara Mandiri saat HBKB berlangsung sudah dilakukan sejak Desember 2019,” ujar Budi saat dikonfirmasi kumparan, Minggu (7/6).

Menurut Budi, akses kendaraan tersebut merupakan kebijakan yang diberikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta secara terbatas kepada masyarakat yang hendak beribadah di tempat ibadah yang berada di dalam Gedung Menara Mandiri.

“Akses kendaraan dimaksud merupakan kebijakan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang diberikan secara terbatas kepada masyarakat yang akan melakukan peribadatan di tempat ibadah yang berada di dalam Gedung Menara Mandiri,” ujarnya.

Budi menjelaskan, pada awal penerapannya akses kendaraan menuju Menara Mandiri saat HBKB dibuat dengan kanalisasi menggunakan water barrier. Namun kini berubah.

“Untuk akses jalan kendaraan dimaksud pada saat itu dibuat kanalisasi menggunakan water barrier. Namun, seiring perkembangan waktu, telah tersedianya jalur sepeda pada akses jalan tersebut sehingga digunakan sebagai kanalisasi jalur kendaraan dari SCBD menuju Menara Mandiri,” katanya.

Meski demikian, Budi menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.

“Terhadap pemberitaan yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, Dinas Perhubungan akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan akses jalur kendaraan dari SCBD menuju Gedung Menara Mandiri untuk masyarakat yang akan melakukan peribadatan,” kata Budi.