Mobil Rombongan Guru TK yang Tertimbun Longsoran di Cugenang Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi mobil yang tertimbun longsor akibat gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi mobil yang tertimbun longsor akibat gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Mobil rombongan guru taman kanak-kanak asal Cianjur yang hilang pada saat gempa 5,6 Magnitudo akibat terbawa longsor tebing Palalangon di Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Kamis (24/11).

Mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2628 SKR yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan dipastikan merupakan kendaraan yang ditumpangi para korban karena pada pintu sebelah kanan ada logo sekolah Al Azhar dan kaca belakang ada stiker oneway Al Azhar.

Foto mobil sebelum tertimbun longsoran. Dok Istimewa

Seorang keluarga yang ikut dalam rombongan tersebut, Dadan Asikin menyebutkan rombongan yang ikut dalam mobil itu diperkirakan berjumlah delapan orang, satu di antaranya merupakan kakak kandungnya bernama Yayah Rodiah.

"Mobilnya tadi sudah ditemukan tim SAR, infonya di dalam mobil ada delapan penumpang. Termasuk kakak kandung saya," kata Dadan.

Dadan menyebutkan, awalnya dikira bukan mobil rombongan guru TK, tapi setelah diperhatikan nomor polisi, ada logo Al Azhar dan ditemukan ID Card Al Azhar, sehingga dipastikan itu mobil yang hilang.

"Karena kan keterbatasan lampu penerangan, tim pencarian memastikan akan diteruskan besok (Jumat) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak apa-apa, kami mengerti memang mau Magrib," jelasnya.

Dikarenakan kondisi mobil baru tergali seperempatnya, belum dipastikan apakah delapan penumpang itu masih di mobil atau sudah berpencar.

"Saya berharap masih di dalam mobil, jadi bisa ketemu jasad semuanya, termasuk kakak saya,” tandasnya.