Mobilitas di Jabodetabek Naik 12,27% Selama PPKM Darurat ke Level 4, Ini Datanya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan melintasi penyekatan PPKM di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (9/8/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan melintasi penyekatan PPKM di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (9/8/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Jabodetabek hingga kini masih berstatus PPKM Level 4. Status tersebut terus diperpanjang sejak 26 Juli 2021 lalu. Di masa PPKM level ini pula sejumlah pelonggaran dilakukan.

Sejumlah pelonggaran itu, misalnya, mal yang mulai boleh buka di Jakarta. Selain itu, tempat makan pun mulai boleh dine-in dengan batas waktu maksimal 30 menit.

Adanya pelonggaran di sana-sini itu menyebabkan kenaikan mobilitas di Jabodetabek. Hal itu dapat dilihat dengan penerapan PPKM Darurat pada awal Juli lalu yang sangat ketat.

Data yang bisa menjadi rujukan adalah Facebook Mobility Report. Data itu turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan pelonggaran mobilitas di suatu wilayah.

Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters

Facebook Mobility sendiri merupakan data mobilitas yang diukur melalui platform Facebook yang terinstal di ponsel pengguna. Alat ukurnya adalah orang-orang yang pergi meninggalkan rumah. Data itu kemudian dikumpulkan oleh Facebook secara anonim.

Facebook melihat data penurunan atau kenaikan mobilitas di suatu kota/kabupaten dengan membandingaknnya dengan baseline, yaitu saat sebelum pandemi (kondisi normal). Sebagai contoh, bila suatu wilayah pada hari H tertulis -34%, maka artinya mobilitas di wilayah itu turun 34 persen dibandingkan situasi normal.

Petugas memeriksa pengguna kendaraan saat berlangsungnya PPKM Darurat di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Dengan menggunakan data-data tersebut, kami lalu membandingkan data saat PPKM Darurat dengan PPKM Level 4. Agar fair, perbandingannya pun dilakukan pada hari yang sama, yaitu hari Minggu. Data terakhir yang disajikan Facebook jatuh pada 15 Agustus 2021 atau hari Minggu.

Begini elaborasinya:

PPKM Darurat: 3-20 Juli 2021 (Kita ambil data Minggu 18 Juli)

PPKM Level 4: 26 Juli-hingga kini (Kita ambil data Minggu 15 Agustus/data terbaru).

Maka, selanjutnya adalah menghitung perubahan mobilitas masing-masing data kota/kabupaten di Jabodetabek di spreadsheet dengan cara: =data 15 Agustus-18 Juli.

Polri lakukan pembatasan mobilitas masyarakat pada masa PPKM Darurat di Perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bekasi. Foto: Twitter/@tmcrestrobekasi

Jika hasilnya keluar, maka selanjutnya adalah membuat rata-rata untuk Jaboadetabek. Caranya dengan =average (perubahan mobilitas di Jaksel hingga di Kabupaten Bekasi).

Dengan cara tersebut, rata-rata kenaikan mobilitas di Jabodetabek adalah 12,27 persen sejak PPKM Darurat ke PPKM Level 4 saat ini.

Sementara itu, Kota/Kabupaten dengan kenaikan mobilitas tertinggi adalah Kota Bogor (16,30%), Kabupaten Bogor (15,41%), dan Kota Depok (15,04%).

Detail kenaikan mobilitas di masing-masing kota/kabupaten sebagai berikut:

Jakarta Selatan (Naik 13,04%)

embed from external kumparan

Jakarta Timur (Naik 13%)

embed from external kumparan

Jakarta Barat (Naik 12,86%)

embed from external kumparan

Jakarta Pusat (Naik 12,03%)

embed from external kumparan

Jakarta Utara (11,90%)

embed from external kumparan

Kepulauan Seribu (Turun 0,43%)

embed from external kumparan

Kota Bogor (Naik 16,30%)

embed from external kumparan

Kabupaten Bogor (Naik 15,41%)

embed from external kumparan

Kota Depok (Naik 15,05%)

embed from external kumparan

Kota Tangerang (Naik 11,85%)

embed from external kumparan

Kabupaten Tangerang (12,68%)

embed from external kumparan

Kota Tangerang Selatan (Naik 13,24%)

embed from external kumparan

Kota Bekasi (Naik 13,34%)

embed from external kumparan

Kabupaten Bekasi (Naik 11,50%)

embed from external kumparan