Modifikasi Cuaca Jakarta Dilakukan Besok, Ada Potensi Awan dan Hujan Gerimis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) hari ketiga oleh BPBD Jakarta bersama BMKG dan TNI AU untuk kurangi potensi banjir pada Minggu (18/1/2026). Foto: BPBD DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) hari ketiga oleh BPBD Jakarta bersama BMKG dan TNI AU untuk kurangi potensi banjir pada Minggu (18/1/2026). Foto: BPBD DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta akan dilakukan pada Jumat (21/8).

Pramono mengatakan dirinya telah memerintahkan kepada BPBD DKI Jakarta agar persiapan OMC dilakukan, karena berdasarkan prakiraan cuaca, pada Jumat (21/8) ada awan dan potensi hujan gerimis.

“Contohnya nanti hari Jumat besok, itu akan ada awan kembali. Saya sudah perintahkan untuk hari Jumat karena ada awan, maka segera dipersiapkan untuk besok diterbangkan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Meski demikian, Pramono menegaskan pelaksanaan OMC tidak menjamin hujan akan turun. Menurutnya, Pemprov DKI sebelumnya juga telah beberapa kali melakukan penerbangan untuk modifikasi cuaca, tetapi tidak selalu menghasilkan hujan.

“Nah, kalau diterbangkan, apakah terjadi hujan atau enggak, itu belum jaminan. Kami sudah berkali-kali juga menerbangkan enggak ada hujan,” ujarnya.

Petugas Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta. Foto: BPBD DKI Jakarta

Pramono menilai pemerintah tetap perlu melakukan upaya untuk mengoptimalkan potensi hujan ketika kondisi atmosfer memungkinkan.

“Kalau kemudian tidak ada upaya untuk itu, menurut saya juga enggak baik. Jadi saya tetap besok, kebetulan besok itu ada awan,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan berdasarkan ramalan cuaca, terdapat potensi hujan gerimis pada Jumat besok. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC.

“Di ramalan cuaca juga diramalkan akan ada hujan gerimis. Kan lebih baik kalau kemudian dari hujan gerimis ditambahi garam dan atau apa pun lah, itu menjadi hujan yang lebih deras dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Pramono.

Meski demikian, Pramono mengingatkan agar pelaksanaan OMC tidak justru menimbulkan persoalan baru berupa banjir.

“Yang paling penting jangan banjir, itu aja,” ucapnya.

Modifikasi Cuaca Bisa Dilakukan Kalau Ada Awan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menghadiri Indonesia International Transport Summit 2026 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sebelumnya, Pramono mengatakan OMC belum dapat dilakukan karena tidak terdapat awan yang memungkinkan untuk dilakukan intervensi cuaca.

Pramono menyebut dirinya telah beberapa kali memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk segera melakukan modifikasi cuaca. Namun, kondisi atmosfer menjadi kendala pelaksanaan OMC.

“Yang kedua hal yang berkaitan dengan OMC atau intervensi cuaca, karena sampai dengan hari ini, terus terang awannya itu enggak ada,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/8).

“Berkali-kali saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan modifikasi cuaca tapi karena nggak ada awan, nggak bisa turun,” lanjutnya.

Pramono menjelaskan OMC tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan kondisi atmosfer yang mendukung. Pemprov DKI, kata Pram, akan segera melakukan modifikasi cuaca apabila kondisi ilmiah memungkinkan.

“Kalau bisa modifikasi cuaca itu dalam kondisi ilmiahnya selama ada awannya pasti akan segera kami lakukan,” ujarnya.