news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Modus Canggih Para Penyelundup Daging Celeng Kelabui Petugas

21 Juni 2017 19:15 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:16 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi daging celeng (Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daging celeng (Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah)
ADVERTISEMENT
Berbagai cara dilakukan para oknum penyelundup daging celeng agar bisa lolos dari pengawasan petugas. Modus yang digunakan juga terbilang cukup canggih.
ADVERTISEMENT
Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian telah beberapa kali menggagalkan upaya penyelundupan daging celeng. Kepala Sub Humas Barantan Arief Cahyono mengungkapkan, modus penyelundupan daging celeng berubah-ubah agar bisa mengelabui petugas.
"Mulai dari diangkut dengan bus penumpang, truk yang biasa angkut mobil, sampai kamuflase ditaruh di bawah babi hidup. Biasanya mereka bila sudah terdeteksi akan berganti kendaraan di luar pelabuhan," katanya kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (21/6).
Kasus terakhir yang ditangani Barantan adalah upaya penyelundupan daging celeng sebanyak 2 ton di Pelabuhan Panjang, Lampung. Modusnya adalah daging celeng dikemas dalam 20 karung dan ditumpuk dalam ratusan karung.
Oleh karena itu, untuk menghadapi hal tersebut, Barantan pun tidak bekerja sendirian guna menggagalkan upaya penyelundupan daging celeng. Diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak agar daging celeng tersebut tidak sampai ke tangan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Truk yang mengangkut daging babi hutan. (Foto: Balai Karantina Kementan)
zoom-in-whitePerbesar
Truk yang mengangkut daging babi hutan. (Foto: Balai Karantina Kementan)
"Biasanya kita sudah ada informasi intelijen, operasi bersama aparat Kepolisian di pelabuhan juga sangat membantu," jelas Arief.
Menurut Arief, jika daging celeng tersebut berhasil merembes ke pasar tradisional, maka masyarakat yang akan dirugikan. Hal ini karena mengkonsumsi daging celeng hasil penyelundupan tidak sehat karena diproduksi dan dikirim dengan cara yang tidak higienis.
"Rata-rata ya dagingnya sudah dalam kondisi kurang layak secara sanitasi karena mereka hanya dinginkan saja dagingnya dimasukkan dalam kantong plastik terus masuk karung," pungkasnya.