Moeldoko soal Rocky Gerung: Si Robot Itu? Pintar tapi Enggak Punya Hati
ยทwaktu baca 2 menit

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengomentari pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Jokowi sebagai 'Bajingan Tolol'. Moeldoko menyebut Rocky Gerung sebagai robot.
"Si robot itu? Anda bisa bayangkan kalau robot, ya, pinter, punya otak tapi enggak punya hati. Kalau menurut saya sih itu," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8).
"Konon katanya seorang profesor. Mungkin pintar begitu. Tetapi persoalannya sepertinya tidak punya hati. Jadi kalau saya membayangkan orang pinter enggak punya hati, ya, robot itu,"
- Moeldoko.
Moeldoko menegaskan posisinya di Istana untuk menjaga kehormatan Presiden Jokowi. Ia mengatakan, sebagai prajurit harus siap mempertaruhkan nyawa di medan perang tanpa kalkulasi.
"Apalagi menghadapi situasi seperti ini biasa. Jadi jangan coba-coba mengganggu Presiden. Saya ingin tegaskan itu. Dan nyata-nyata telah membawa situasi yang enggak baik. Seorang intelektual harus betul-betul bisa memberikan suri tauladan kepada anak cucu kita karena akan membawa preseden yang kurang baik ke depan," tuturnya.
Menurutnya, apa yang dikatakan Rocky Gerung menyerang pribadi Jokowi dan tak bisa ditoleransi.
"Untuk itu saya juga berharap penegak hukum mengambil langkah-langkah sesuai dengan perundangan yang berlaku. Enggak bisa dibiarkan seperti ini. Bernegara ada aturannya, rulenya jelas enggak boleh sembarangan," ujarnya.
Moeldoko juga mendukung langkah Barikade 98 yang ingin melaporkan Rocky Gerung ke polda di masing-masing. Pun dengan rencana mereka untuk menggelar demo pada 10 Agustus mendatang.
"Sepanjang itu mengikuti aturan. Kalau tidak mengikuti aturan jangan lakukan. Akan menimbulkan persoalan baru. Serahkan pada aparat penegak hukum untuk mengambil langkah-langkah yang tegas," pungkasnya.
Rocky Gerung: Hak Mereka Laporkan
Rocky dilaporkan oleh Relawan Indonesia Bersatu dan Ferdinand Hutahaean dalam dua laporan terpisah ke Polda Metro Jaya. Kedua laporan tersebut diterima.
Rocky juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh relawan Jokowi Barikade 98, tetapi laporan itu ditolak. Teranyar tim hukum PDIP juga hendak melaporkan Rocky ke Bareskrim.
Saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Rocky memberikan tanggapan soal rentetan pelaporan itu.
"Hak mereka buat melaporkan," kata dia usai mengisi acara di Mimbar Mahasiswa Cipta, Rasa, Karsa Pendidikan Indonesia di kampus tersebut, Rabu (2/8), dikutip dari Antara.
Rocky tak banyak memberikan tanggapan. Dia mengaku akan mengikuti proses hukum. "Tunggu saja proses hukumnya, gampang lho," kata dia.
