Mogok Massal Usai Isi Bensin di SPBU Karawang, Pertamina Minta Maaf

4 Januari 2023 19:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pom bensin yang viral itu. Dokumentasi kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Pom bensin yang viral itu. Dokumentasi kumparan.
ADVERTISEMENT
Di media sosial, viral berita soal puluhan kendaraan bermotor tiba-tiba mogok usai mengisi bahan bakar di SPBU 34.413.06, di Jalan Proklamasi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang.
ADVERTISEMENT
Diduga, penyebab mogok massal itu lantaran cairan bahan bakar yang berwarna kecoklatan.
Pengelola SPBU 34.413.06, Teguh, menuturkan keruhnya warna cairan bahan bakar disebabkan oleh air dari tanah yang merembes menembus tangki penampung bahan bakar yang terkubur di tanah.
Air tersebut berasal dari hujan deras yang terjadi Selasa (3/1) sekitar pukul 12.30 WIB.
"Dan peristiwa ini, tidak terlalu lama cuma ada beberapa motor, ketika ada motor yang mogok saat habis ngisi bensin, kita langsung cek kebenarannya, dan bensin atau BBM yang keluar dijual sekitar 100 liter," ungkap Teguh, Rabu (4/1).

Pertamina Minta Maaf

Sementara itu Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat Pertamina Patra Niaga, Eko Kristiawan membenarkan soal insiden BBM jenis Pertalite yang tercampur air tersebut.
ADVERTISEMENT
"Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Eko Kristiawan.
Dari informasi yang diterima Pertamina Patra Niaga, Eko menjelaskan, berawal dari seorang pengendara sepeda motor datang ke SPBU menyampaikan keluhan karena mesin sepeda motornya tidak dapat dinyalakan setelah melakukan pengisian Pertalite di SPBU tersebut.
"Konsumen tersebut menguji kondisi motornya dengan mengambil sampel BBM yang masuk ke tangki motor dan benar tercampur dengan air. Kondisi ini dibenarkan oleh mekanik yang sengaja didatangkan pihak SPBU untuk melakukan pengecekan," terangnya.
Merespons keluhan tersebut, Pihak SPBU langsung melakukan pengecekan ke tangki penyimpanan BBM yang diduga terkena rembesan air hujan.
"Info terkini yang sudah diterima, kondisi saat ini sudah steril, tangki penyimpanan BBM sudah diperiksa ulang dan dikeringkan dari sisa air. Pihak SPBU telah memberikan kompensasi kepada konsumen yang mengisi BBM Pertalite pada tenggang waktu tersebut," ujarnya.
ADVERTISEMENT