Momen Anies Nostalgia dengan Petugas Bandara Changi, Kenang Jasa 20 Tahun Lalu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan (kanan) berbincang dengan teman lama, Yusuf Bagarib, di Singapura. Foto: Instagram/@aniesbaswedan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan (kanan) berbincang dengan teman lama, Yusuf Bagarib, di Singapura. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyempatkan diri bertemu teman lama saat berkunjung ke Singapura. Kali ini, sosok yang ditemuinya, yakni Yusuf Bagarib.

Bagi Anies, Yusuf punya jasa begitu besar dalam hidupnya. Karena itu, saat berada di Singapura, dia menyempatkan diri untuk berkunjung ke flat Yusuf.

Anies mengatakan, momen pertemuan pertama dia dengan Yusuf terjadi 20 tahun lalu. Ya, saat itu, Yusuf merupakan petugas check-in bandara Changi, Singapura.

"Kami bertemu di Changi Airport tahun 2002, usai penelitian di NTB, Kaltim dan Jatim, pulang ke Chicago untuk disertasi," tutur Anies di akun instagramnya, @aniesbaswedan, dikutip Jumat (16/9).

Anies Baswedan (kanan) dijamu makan malam saat bertemu dengan teman lama, Yusuf Bagarib, di Singapura. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Anies menceritakan saat check-in di bandara Changi, petugas menanyakan mengapa tanggal perjalanan di tiket telat beberapa bulan. Ternyata, tiket miliknya diperpanjang beberapa kali karena visa yang tak kunjung keluar.

Rencana Anies di Indonesia 5 minggu, berubah menjadi 5 bulan. Yang seharusnya tiket tersebut hangus, namun maskapai mau memperpanjang sebab visa yang belum keluar.

"Kami ngobrol. Dia terkejut saat dengar kepulangan saya tertunda. Dia tanya di mana keluarga. Saya jelaskan bahwa istri kuliah master dan urus anak-anak di Amerika. Sementara saya di Jakarta tidak bisa kembali," lanjutnya.

Anies Baswedan (kanan) bertemu teman lama, Yusuf Bagarib, di Singapura. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Tak lama kemudian, Anies diberi boarding pass dan dipesan oleh petugas tersebut untuk tidak duduk berjauhan agar mudah dipanggil.

"Lalu saya dipanggil, wah! Alamat ada masalah. Saya ke counter, Yusuf meminta boarding pass dan langsung disobek. Saya kaget," sambung Anies.

"This is for u. The new boarding pass. Please enjoy ur flight, [Ini untukmu. Boarding pass baru. Selamat menikmati penerbangan," tutur Anies mengenang percakapan dengan Yusuf.

Momen Anies bertemu dengan keluarga Yusuf Bagarib. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Tiket tersebut tertulis Business Class dari Singapura menuju Chicago. Rupanya, Yusuf mengupgrade tiket milik Anies.

"Masya Allah, thank u so much. But why?,[Terima kasih, tapi kenapa?" tanya Anies.

"I can't imagine how difficult it was for u, waiting to return to ur family for months. This is the least i can do,[Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kesulitan yang telah kamu lalui, menunggu kembali ke keluarga beberapa bulan. Paling tidak, ini yang bisa saya lakukan]" balas Yusuf sambil tersenyum.

Anies berterima kasih lalu disambut dengan pernyataan Yusuf bahwa istrinya juga dari Jakarta. Setelahnya, Anies melanjutkan perjalanan.

Ia mengatakan, saat itulah pertama kalinya masih menjadi Mahasiswa dan bisa merasakan pesawat kelas bisnis dengan waktu perjalanan 18 jam.

"Saya ingat sekali kebaikan Yusuf dan itu pertama kali saya bisa naik pesawat kelas bisnis," tutur Anies.

Anies Baswedan (kiri) bertemu teman lama, Yusuf Bagarib, di Singapura. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Di tahun 2019, saat Anies berada di Cengkareng ia berjumpa dengan ketua RW lingkungannya bernama Husein.

Husein bercerita ia memiliki menantu orang Singapura dan pernah bertemu di bandara Changi.

"Saya ingat Yusuf. Siang itu kami wa-call. Saya ulangi ucapan terima kasih dan dia jawab, 'Brother Anies, it was Allah whom had arranged our meeting at the airport... Allah was the whom had made us to listen and help the other who needed help'. [Anies, Allah telah mempertemukan kita di bandara. Allah juga yang tengah membuat kita mendengar dan membantu orang yang membutuhkan]," imbuhnya.

Kini Anies mengunjungi kediaman Yusuf juga keluarganya di Singapura, ia disambut dengan hangat dan makan malam bersama.

"Yusuf tetap tawadhu. Ia sekeluarga amat hangat dan penuh rasa kasih. Semoga mereka selalu dalam keberkahanNya," doa Anies.

Anies Terima Penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow ke-72 dari Singapura. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Anies di Singapura tak hanya untuk bertemu Yusuf. Dia baru saja menerima penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Pemerintah Singapura. Hal ini menjadikan Anies sebagai orang Indonesia kelima yang mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow.

Reporter: Muhammad Fadlan Nuril Fahmi