Momen Kikuk PM Irak di Turki: Menterinya Tolak Teken Perjanjian di Depan Erdogan

Upacara penandatanganan perjanjian proyek raksasa Jalan Pembangunan (Development Road) antara Irak dan Turki diwarnai momen kikuk alias awkward moment.
Hal itu terjadi setelah Menteri Perhubungan Irak, Wahab al-Hassani, menolak menandatangani perjanjian proyek tersebut bersama mitra dari Turki.
Mengutip media Irak, Shafaq News, edisi Rabu (29/7), dalam video yang viral memperlihatkan Perdana Menteri Irak Ali Faleh al-Zaidi menegur Menhub dari atas podium dengan nada yang terdengar kesal. Al-Zaidi bertanya, “Pak Menteri, mengapa Anda tidak menandatangani perjanjian itu?”
Peristiwa tersebut terjadi di hadapan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang duduk di sebelah PM Irak, dalam konferensi pers bersama usai pertemuan kedua pemimpin, Selasa (27/7) malam waktu setempat.
Mendengar teguran Al-Zaidi, Menhub Wahab al-Hasani yang disebut-sebut berasal dari kelompok milisi Badr yang pro-Iran, menjawab kepada Al-Zaidi bahwa dia telah mengirim pesan WhatsApp kepada Al-Zaidi.
Video peristiwa canggung ini viral di internet. Tampak kebingungan terekam beberapa menit di Kompleks Istana Kepresidenan Turki di Ankara, lokasi acara.
Perjanjian kerja sama itu akhirnya "berhasil" diteken kedua pihak, disaksikan PM Irak Al-Zaidi dan Presiden Erdogan.
Tidak dijelaskan penandatangan itu berlangsung pada saat itu juga atau di tempat terpisah.
Yang jelas, Menhub Turki Abdulkadir Uraloglu mengunggah di medsos tentang momen penanandatangan di sebuah ruangan yang berbeda dengan lokasi jumpa pers, disaksikan Erdogan dan Zaidi.
Belum ada konfirmasi resmi mengapa Menhub Wahab sempat menolak menandatangani perjanjian kerja sama tersebut.
Namun, dalam video yang viral itu juga menunjukkan Erdogan memanggil menterinya menanyakan, bukankah perjanjian kerja sama ada lima, kenapa hanya ada empat dokumen.
Sekilas Proyek Jalan Pembanguan
Pada malam yang sama, Al-Zaidi dan Erdogan sepakat untuk memulai pelaksanaan proyek strategis Development Road serta melanjutkan secara berkala pertemuan komite tetap bersama kedua negara yang membahas isu sumber daya air.
Development Road (sering juga disebut Al-Tariq al-Tanmiya atau Dry Canal) adalah proyek megastruktur infrastruktur raksasa bernilai sekitar US$ 17 miliar (sekitar Rp 270 triliun) yang menghubungkan wilayah Teluk Persia di Irak selatan menuju Eropa melalui Turki.
Sederhananya, ini adalah "Jalan Sutra Baru" yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui jalur darat dan rel kereta api berkecepatan tinggi.
Analis politik Turki Cukuk Oglu mengatakan kepada Shafaq News bahwa proyek Development Road menjadi agenda utama kunjungan Al-Zaidi ke Ankara. Menurutnya, Irak berharap kunjungan tersebut menghasilkan kemajuan nyata dalam kerja sama di bidang air, keamanan, dan energi.
Kunjungan ke Turki dilakukan setelah Al-Zaidi lebih dahulu mengunjungi Amerika Serikat pada 14 Juli, kemudian melakukan kunjungan resmi ke Iran pada 24 Juli, sebagai bagian dari rangkaian diplomasi regional dan internasional yang tengah dijalankan Irak.
