Momen Prabowo Berdoa di Sumur Maut Tempat Dibuangnya 7 Pahlawan Revolusi
ยทwaktu baca 2 menit

Setelah memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Presiden Prabowo meninjau Monumen Pancasila Sakti, juga di kawasan yang sama, Rabu (1/10).
Tak lupa Prabowo berdoa untuk 7 Pahlawan Revolusi, korban peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang terjadi pada tahun 1965.
Prabowo meninjau monumen itu didampingi Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) TNI Brigjen Stefie Jantje Nuhujanan yang memberi penjelasan. Di belakang Prabowo turut serta Wapres Gibran dan istri, Ketua DPR Puan Maharani, pimpinan MPR dan DPD, dan sejumlah menteri.
Mereka lalu berhenti di sumur tempat pembuangan 7 Pahlawan Revolusi.
โDi sinilah sumur tua atau sumur maut tempat dibuangnya 7 Pahlawan Revolusi. Kedalaman sumur ini 12 meter, diameter 75 cm,โ jelas Stefie.
Sejurus kemudian Prabowo mengangkat kedua tangannya, menunjukkan gestur berdoa. Prabowo sedikit menundukkan kepala, memejamkan mata, dan berdoa dalam hati.
Beberapa saat kemudian Prabowo mengusap wajahnya, tanda doa berakhir. Dia lalu menyalami para pejabat di belakangnya. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke tempat lain.
Ini merupakan kali pertama Prabowo memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila sebagai presiden setelah dilantik pada 20 Oktober 2024.
Adapun 7 Pahlawan Revolusi adalah:
Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat)
Letnan Jenderal TNI Anumerta Raden Soeprapto (Deputi II Menteri/Panglima Angkatan Darat)
Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat)
Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima Angkatan Darat)
Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat)
Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)
Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal A.H. Nasution)
