Momen Purbaya Disetop Saat Paparan di DPD, Dapat Telepon Jelang Direshuffle

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI pada Senin (14/9), beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu yang menggantikannya.
Dalam rapat tersebut, Purbaya yang tengah menyampaikan materi terkait strategi fiskal 2027 tiba-tiba diminta mengecek telepon yang masuk.
Purbaya awalnya tengah menyampaikan paparan terkait rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.
“Di tengah persaingan global yang semakin kuat, perubahan teknologi yang cepat serta gejolak geopolitik yang penuh ketidakpastian, APBN memegang peranan yang sangat strategis. APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara tapi APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat pondasi ekonomi dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa yaitu Indonesia yang berdaulat adil dan makmur,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).
Di tengah pemaparannya, Purbaya kemudian membahas pembiayaan daerah. Ia menjelaskan pentingnya mencari skema pembiayaan inovatif agar daerah dapat membangun proyek-proyek yang dibutuhkan.
“Jadi kita jaga bersama-sama tadi pembiayaan daerah, yang penting kan bisa bangun proyeknya kan. Itu yang kita carikan tadi yang kita sebut inovatif, financing. Nanti, nanti bulan Oktober mungkin akan promosi ke daerah-daerah, termasuk dengan bantuan DPD untuk memastikan bahwa daerah mengerti bagaimana pembiayaan proyek itu,” kata Purbaya.
Saat itulah Ketua Komite IV DPD Ahmad Nawardi menyela pembicaraan Purbaya. Nawardi meminta Purbaya mengecek telepon yang masuk.
“Pak Menteri, saya putus dulu. Katanya ada telepon… Tolong dilihat dulu, iya teleponnya,” kata Nawardi.
Purbaya kemudian memberhentikan pembicaraannya dan meninggalkan ruang rapat. Rapat pun dilanjutkan dengan agenda pemaparan dari Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
Dalam rapat tersebut, Nawardi kemudian meminta Purbaya untuk kembali hadir dalam rapat Komite IV DPD di lain kesempatan. Ia bahkan menyebut ketidakhadiran Purbaya sebagai utang kepada Komite IV.
“Meminta Pak Menteri untuk hadir lagi untuk rapat lagi, ini kita anggap sebagai hutang. Pak Menteri punya hutang pada kita. Jadi hutang harus dibayar nanti,” ujar Nawardi.
Komite IV DPD pun melanjutkan pembahasan hingga masuk ke tahap pembacaan kesimpulan. Ia pun menyinggung Purbaya yang telah meninggalkan rapat untuk diwakilkan.
“Karena itu Bapak Ibu sekalian, kita akan memasuki tahap yang selanjutnya, yaitu membacakan kesimpulan. Kesimpulan ini banyak kesimpulan yang berkaitan dengan TKD. Tetapi karena Bapak Menteri ini tidak ada, bisa diwakili oleh Bapak kesimpulan-kesimpulan ini ya?” katanya.
“Pak Dirjen Perimbangan Keuangan atau Bapak Dirjen Anggaran, ya bersama bertigalah. Ini saling menunjuk. Bersama bertiga silakan diskusi,” ujar Nawardi.
Purbaya Diganti Suahasil
Adapun pada hari yang sama, pada pukul 15.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Ia menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil sebelumnya merupakan Wamenkeu pendamping Purbaya.
Pelantikan digelar berdasarkan Keppres Nomor 97P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan 2024-2029.
Prabowo pun memimpin pengambilan sumpah dari Suahasil.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Suahasil membacakan sumpah.
Usai pembacaan sumpah, Suahasil dan Prabowo menandatangi berita acara pelantikan.
Purbaya menjabat sebagai Menkeu selama 1 tahun setelah dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani.
