Momen Repan Baduy Cerita ke Polisi soal Ia Dibegal di Jakarta

Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan dibegal saat berjualan madu di Cempaka Putih, Jakarta, pada Minggu malam (26/10).
Sepekan kemudian, Sabtu malam (1/11), Kepala Desa Kanekes, Oom, baru mendapatkan kabarnya.
Oom pun langsung berangkat dari desanya ke rumah Johan Chandra atau yang dikenal dengan nama Pak Melo, di Kelurahan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Di rumah Pak Melo itulah Repan berada.
Siapa Pak Melo?
Mengapa Repan bisa berada di rumah tersebut?
"Pak Melo dulu sering ke Baduy dan memberikan alamat rumahnya," ujar Oom saat dihubungi kumparan, Selasa (4/11).
"Usai dibacok itu, Repan jalan kaki dari Cempaka Putih jam 3 subuh ke rumah Pak Melo tiba jam 8 pagi," lanjut Oom.
Polisi Turut Hadir di Rumah Pak Melo
Oom bercerita bahwa pada Sabtu malam itu (1/11), ia bertemu Repan di rumah Pak Melo.
"Ada saya, lalu sekretaris desa, lalu Pak Kanit Reskrim, lalu Pak Bhabinkamtibmas," ujar Oom.
"Repan menceritakan apa yang dialaminya itu waktu di Cempaka Putih," lanjutnya.
Menurut Oom, polisi kemudian membuatkan laporan ke Polsek Cempaka Putih pada Minggu (2/11) dengan nomor laporan polisi LP/B/83/XI/2025/SPKT/POLSEK CEMPAKA PUTIH/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
"Repan sudah dibawa oleh polisi ke lokasi begal di Cempaka Putih. Kemudian Repan tinggal di rumah Pak Melo karena kalau Repan pulang ke Baduy, susah menjangkaunya karena jauh dan tidak ada hp," kata Oom.
