Momen Repan Baduy Minta Tolong ke Nello: Ketakutan, Kebingungan, Kesakitan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Warga Baduy Dalam, Repan, dibegal dan terluka saat berjualan madu di Cempaka Putih, Jakarta. Usai menjadi korban begal, Repan sempat mendatangi sebuah rumah sakit yang ada di Cempaka Putih tapi ditolak karena tak memiliki KTP.

Setelah itu, Repan langsung pergi ke rumah pelanggan madunya yang bernama Johan Chandra atau dikenal Nello.

Kepada kumparan, Nello menceritakan momen ketika Repan datang ke rumahnya di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sambil meringis kesakitan.

Nello mengatakan Repan datang pada Minggu (26/10) pagi dengan didampingi oleh sekuriti kompleks. Repan datang dengan raut wajah ketakutan dan kebingungan.

Johan Chandra atau dikenal Nello saat ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Tangan kirinya pun diperban. Repan lalu bercerita telah menjadi korban begal dan meminta tolong kepada Nello agar menghubungi keluarganya yang ada di Baduy.

"Dia ketakutan, kebingungan terus kemudian minta tolong untuk diteleponkan saudaranya yang di Baduy," kata Nello.

Beberapa tahun silam, Nello pernah ke Baduy dan masih menyimpan kontak orang Baduy yang dikenalinya. Nello pun berupaya untuk menghubungi orang Baduy itu tapi sempat tak direspons.

Nello kemudian memutuskan untuk merujuk Repan ke klinik di dekat rumahnya.

Repan (kanan), Nello (tengah), dan anggota polisi di kawasan Tanjung Duren. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

"Dia (Repan) selalu info kalau kesakitan di tangannya 'Sakit, sakit, sakit' gitu kan terus akhirnya saya bilang 'Pan, ini kan sudah dirawat di rumah sakit' terus kemudian dia bilang 'Iya, tapi cuma hanya sebatas diikat aja, tidak dijahit atau tidak diapa-apain sama sekali'," kata dia.

Di klinik, perban yang melilit tangan kiri Repan dibuka dan ternyata darah langsung mengucur deras. Pihak klinik akhirnya menyerah menangani Repan. Repan lalu dirujuk ke RS Ukrida dan mendapat 10 jahitan.

"Langsung mancur (darahnya) gitu sampai bener-bener syok banget bener-bener si pegawainya yang staf klinik itu katanya 'Pak, mohon maaf banget kita nggak bisa nanganin di sini ini bener-bener sudah kena venanya'," jelas dia.

Sementara itu, Repan mengaku kondisi tangannya masih terasa sakit meski sudah dijahit. Kini, untuk sementara waktu, dia memutuskan untuk tinggal di rumah Nello karena kasus begal yang dialaminya sedang diselidiki oleh polisi.

"Masih nyeri," kata dia.

Repan dibegal di kawasan Cempaka Putih. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan sudah memeriksa CCTV setempat.

Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan hingga harus mengalami luka bacok di tangan kiri saat sedang berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta pada Minggu (26/10/2025). Foto: Dok. Istimewa