Monas Disorot Lampu Warna-warni ASEAN

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

The Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN genap berusia 50 tahun pada 8 Agustus 2017. Untuk memeriahkan peringatan ini, Tugu Monas pun disorot lampu dengan warna-warna ASEAN.

Sorotan lampu warna-warni ini telah dimulai sejak pekan lalu hingga 8 Agustus mendatang. Masyarakat yang beraktivitas di Monas bisa mengabadikan lampu warna-warni ini sembari berpose di dekat tugu. Seperti halnya foto di atas, yang menampakkan sejumlah orang sedang bermain basket dengan latar belakang Tugu Monas pada Jumat (4/8).

Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Mengutip situs asean.org, ASEAN berdiri pada 8 Agustus di Bangkok berdasar Deklarasi ASEAN. Deklarasi itu ditandatangani oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Brunei Darussalam bergabung dengan ASEAN pada 7 Januari 1984, Vietnam pada 28 Juli 1995, Myanmar pada 23 Juli 1997, Kamboja pada 30 April 1999, sehingga jumlah anggota ASEAN sebanyak 10 negara.

Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Monas disorot lampu warna ASEAN. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

HAM dalam Kerja Sama ASEAN

Sedangkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan bahwa hak asasi manusia (HAM) harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam berbagai kerja sama ASEAN.

Pertanyaan tersebut disampaikan Menlu RI dalam pertemuan Menlu ASEAN dengan perwakilan "ASEAN Intergovernmental Commision on Human Rights" (AICHR) di Manila, Filipina, seperti tertuang dalam siaran pers Kemlu, Minggu (6/8).

"ASEAN Intergovernmental Commision on Human Rights (AICHR) harus dapat meningkatkan pemahaman HAM di masyarakat ASEAN," ujar Menlu Retno Marsudi.

Dalam pertemuan itu, Menlu RI memberikan apresiasi atas kinerja AICHR dalam meningkatkan kesadaran masyarakat ASEAN akan penegakan HAM melalui pendekatan dialog dan konsultasi dengan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Asia Tenggara.

Dalam upaya menjadikan penegakan HAM sebagai pertimbangan utama kerja ASEAN, ke depannya Menlu RI mengharapkan AICHR dapat lebih fokus pada isu-isu seperti, terorisme dan radikalisme, hak-hak kelompok rentan di ASEAN, termasuk pekerja migran, serta isu-isu yang terkait demokrasi, perdamaian dan moderasi.

"Di dunia yang dihadapkan dengan intoleransi dan kebencian, AICHR harus dapat memberikan perhatian kepada isu HAM terkait dengan terorisme dan radikalisme dan hak pekerja migran di ASEAN," tuturnya.