Motif Baku Hantam 30 WNI di Taiwan: Beda Pendapat Pelatihan Pencak Silat
·waktu baca 1 menit

Baku hantam antar WNI yang terjadi di Taiwan menyebabkan satu orang tewas. Kepolisian setempat mengungkapkan, motif baku hantam itu karena perbedaan pendapat mengenai pelatihan pencak silat.
"Berdasarkan temuan awal polisi, terdapat perbedaan pendapat mengenai pelatihan pencak silat," kata pernyataan polisi dikutip dari Taiwan News, Selasa (5/9).
Polisi menyebut, dua kelompok pencak silat itu awalnya mengatur pertemuan untuk membahas perbedaan pendapat tersebut. Namun, baku hantam malah terjadi.
"Kedua kelompok mengatur pertemuan untuk membahas perbedaan pendapat, namun situasi memanas," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha mengatakan, baku hantam antar dua kelompok pencak silat itu terjadi pada 3 September 2023 di depan Stasiun Kereta Api Changhua. Kejadian tersebut juga telah diketahui Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.
"Perkelahian tersebut melibatkan 30 WNI dan menyebabkan 1 WNI meninggal dan 1 WNI luka-luka. Setelah menjalani perawatan di RS, 1 korban luka tersebut pada tanggal 4 September telah dinyatakan sembuh," kata Judha dalam keterangannya.
Kepolisian Changhua juga telah menetapkan 15 WNI sebagai pelaku. Berkas perkara telah disampaikan kepada Kejaksaan Distrik Changhua.
