Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Motif Ghozali Bunuh Ibu Kandung di Semarang: Kesal Dibandingkan dengan Adiknya
26 Februari 2025 18:28 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Imam Ghozali (37 tahun) tega membunuh Salamah (62) ibu kandungnya sendiri di kediaman mereka di Gunungsari RT 10 RW 9, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari Kota Semarang pada Selasa (18/2) sekitar pukul 23.15 WIB.
ADVERTISEMENT
Kapolrestabes Semarang, Kombes M Syahduddi, motif pelaku membunuh ibunya karena kesal kerap dibandingkan dengan adiknya.
"Tersangka anak pertama dari lima saudara. Dia juga sering (minum) miras dan pada saat peristiwa terjadi menurut pengakuan pelaku, pelaku sakit hati sering dibandingkan dengan adiknya karena sering meminta uang," kata Syahduddi di Polrestabes Semarang, Rabu (26/2).
Tersangka ditangkap di sebuah rumah kosong yang hanya berjarak 2 kilometer dari rumahnya. Ia ditangkap setelah bersembunyi selama 5 hari.
"Tersangka ditemukan dalam kondisi pucat dan lemah, setelah bersembunyi di rumah kosong sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian perkara selama lima hari tanpa makanan," ujarnya.
Pembunuhan keji itu terjadi saat pelaku menonton televisi, kemudian terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Korban disebut membanding bandingkan pelaku dengan anak-anaknya yang lain.
ADVERTISEMENT
Tersangka yang gelap mata kemudian mengambil parang sepanjang 50 centimeter. Ia lalu menghampiri korban yang ada di dalam kamar dan langsung menusukannya.
"Pada tubuh korban ditemukan luka tusuk di dada dan punggung kiri, luka sayatan di dada, punggung, dan kedua tungkai atas. Selain itu, luka akibat kekerasan tumpul berupa lebam di kepala dan keluarnya darah di bagian dalam kulit kepala mengindikasikan korban mengalami sesak napas dan mengeluarkan banyak darah," jelas dia.
Tersangka sendiri memang dikenal memiliki watak yang buruk. Ia kerap meminta uang untuk membeli minum-minuman keras dan tak segan untuk melukai kedua orang tuanya
"Jadi pelaku anak korban tidak memiliki pekerjaan sehingga sering meminta uang kepada korban dan jika tidak diberikan korban tidak sungkan untuk mengancam korban dan melakukan pengerusakan rumah," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Atas kejahatannya, tersangka dijerat Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 340 KUHPidana.
"Tersangka terancam hukuman penjara 20 tahun dan/atau hukuman mati," kata Syahduddi.