Motif Penembakan Airsoft Gun di Sleman: Kuliah DO, Kesal Dimarahi Ortu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti penembakan airsoft gun secara acak ke pelajar saat rilis di Polresta Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti penembakan airsoft gun secara acak ke pelajar saat rilis di Polresta Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Polisi mengungkap kasus penembakan menggunakan airsoft gun yang sempat viral di media sosial. Korbannya seorang remaja berusia 17 tahun berinisial ARP. Peristiwa itu terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Minggu (2/8) dini hari.

Polisi menangkap satu dari empat pelaku, yakni IRS (27). Korban terkena tiga dari enam tembakan yang dilepaskan IRS hingga mengalami luka terbuka. Sementara itu, tiga pelaku lainnya masih diburu polisi.

"Pelaku yang berhasil kita amankan, satu tersangka inisial IRS, usia 27, alamat Maguwoharjo, Depok, Sleman. Dan untuk pelaku lain ini masih ada tiga yang belum tertangkap dan masih dalam proses pencarian," kata KBO Satreskrim Polresta Sleman Ipda Kiswanto di Polresta Sleman, Kamis (27/8).

Kiswanto menjelaskan, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya dalam perjalanan pulang dari Solo setelah menghadiri pertandingan basket.

Sekitar pukul 02.00 WIB, saat tiba di sekitar Hotel Platinum, Jalan Laksda Adisucipto, korban dipepet dua sepeda motor yang ditumpangi empat pelaku. Mereka berteriak sembari mengeluarkan celurit.

Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti penembakan airsoft gun secara acak ke pelajar saat rilis di Polresta Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Lalu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengeluarkan senjata airsoft gun. Langsung ditembakkan ke pelapor mengenai bagian punggung yang mengakibatkan luka terbuka dan bengkak. Atas kejadian tersebut pelapor berobat ke Rumah Sakit Hardjolukito dan melaporkan ke Polsek Depok Timur," katanya.

Pelampiasan Emosi

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap IRS yang diduga sebagai pelaku penembakan. Kepada polisi, IRS mengaku melakukan aksinya untuk melampiaskan emosi akibat masalah keluarga. Ia mengaku baru dikeluarkan atau drop out (DO) dari kampus dan dimarahi orang tuanya.

"Kuliah berhenti. Kurang lebihnya begitu (dimarahi)," katanya.

Sementara itu, airsoft gun yang digunakan IRS ternyata bukan miliknya. Senjata tersebut dipinjam dari temannya yang kini masih buron. Saat kejadian, temannya itu mengendarai sepeda motor Honda PCX milik IRS.

"Bahwa untuk airsoft gun ini, ini bukan miliknya pelaku, tapi milik temannya pelaku yang belum tertangkap," ujarnya.

Tiga pelaku lain yang masih buron merupakan teman lama IRS. Mereka kembali bertemu dan berkumpul dalam beberapa waktu terakhir.

Dua pelaku yang masih buron diketahui berperan sebagai pengemudi sepeda motor, pengambil video, dan pembawa celurit.

"Kemungkinan dia untuk bikin konten, sengaja konten lalu dibagikan pada teman-temannya," katanya.

Polisi memastikan IRS dan ketiga rekannya tidak terlibat dalam kasus penembakan menggunakan airsoft gun lainnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Bantul.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) atau Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku juga dapat dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, seorang remaja menjadi korban kejahatan jalanan di Sleman. Dalam unggahan di media sosial, korban mengaku ditembak menggunakan senjata dengan peluru gotri.

Selain itu, terduga pelaku disebut membawa celurit sepanjang sekitar dua meter.

"Mau lapor. Aku kan tadi sekitar jam 02.00 (2/8/2026) pulang dari Solo. Terus pas sampai Transmart Jogja, tiba-tiba ada motor PCX hitam yang nyetir pakai jaket Gojek hijau. Terus tiba-tiba pas sampai Transmart ada motor itu neriakin kita sambil bawa celurit warna hitam kira-kira ukurannya 2 meter sambil bilang 'bajingan'. Nah, aku sudah bilang 'nggak, Mas, aku nggak ikut-ikut'. Dianya tetap ngejar, terus ngeluarin beceng sambil spam nembak. Nah, untungnya dia pakai peluru gotri dan di depanku ada orang, jadinya aku bisa minta tolong," tulis korban dalam unggahan tersebut.

Terkait peristiwa itu, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan Polsek Depok Timur telah menerima laporan dugaan kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, pada Minggu (2/8) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Korban berinisial AARP (17), laki-laki, pelajar, warga Tangerang Selatan. Saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan dari Solo menuju Yogyakarta bersama rekannya," kata Argo, Senin (3/8).

Argo menjelaskan, saat melintas di lokasi kejadian, korban dipepet dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX hitam.

"Salah seorang terduga pelaku disebut mengenakan jaket ojek online warna hijau serta membawa senjata tajam menyerupai celurit dan senjata jenis airsoft gun," katanya.